Akhirnya Kami Tahu Cara Kalah, Pelatih Scaloni Masih Penasaran Tantang Spanyol 11 Lawan 11
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pelatihargentinakecewa.jpg)
Meski memuji penampilan hebat timnas Spanyol, pelatih Lionel Scaloni tetap menyimpan rasa kecewa.
Akhirnya Kami Tahu Cara Kalah, Pelatih Scaloni Masih Penasaran Tantang Spanyol 11 Lawan 11 Meski memuji penampilan hebat timnas Spanyol, pelatih Lionel Scaloni tetap menyimpan rasa kecewa. Ringkasan Berita: - Argentina kalah 1-0 dari Spanyol lewat gol Ferran Torres. Scaloni menyebut timnya "akhirnya tahu cara kalah" . - Scaloni ingin melihat hasil jika kedua tim bermain penuh 11 lawan 11 tanpa gangguan. - Sepanjang babak pertama Argentina tidak melepas tendangan ke gawang. Baru setelah kebobolan, Argentina baru bisa melepaskan 3 tendangan. SRIPOKU.COM - Meski memuji penampilan hebat timnas Spanyol, pelatih Lionel Scaloni tetap menyimpan rasa kecewa. Argentina kalah 1-0 dari Spanyol. Messi dkk. gagal mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada Piala Dunia 2022. Satu gol Ferran Torres sudah cukup membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia untuk kedua kalinya. Atas kekalahan ini, Scaloni membuat pernyataan mengejutkan saat jumpa pers setelah laga. “Hari ini kita menunjukkan bahwa kita tahu bagaimana cara kalah. Kita harus tetap hebat bahkan dalam kekalahan," kata Scaloni, mengutip afa.com, Senin (20/7/2026) sore. Baca juga: Reaksi Fans Messi di Banyuasin Usai Argentina Dikalahkan Spanyol, Spontan Lepas Jersey Biru-Putih Scaloni mengakui kemampuan Spanyol, tetapi ia tetap percaya diri Argentina bisa memberi perlawanan jika situasi di lapangan masih 11 melawan 11. "Saya ingin melihat apa yang akan terjadi jika kita bermain dengan 11 pemain melawan 11 pemain. Kami harus melakukan banyak perubahan karena beberapa kendala yang kami hadapi,” kata Scaloni. Argentina memang selalu dalam tekanan Spanyol ketika skor masih imbang 0-0. Bahkan, juara Piala Dunia tiga kali ini tidak mampu melepaskan satu pun tendangan ke gawang sebelum gol yang dicetak Torres terjadi. Barulah ketika tertinggal satu gol, Argentina meningkatkan tekanan kepada pemain Spanyol. Tiga tendangan berhasil dilepaskan ke gawang Unai Simon, dan salah satu yang paling berbahaya dilakukan oleh Giuliano Simeone dari kotak penalti Spanyol. "Argentina memang sering kali memperlihatkan permainan terbaik mereka ketika sudah tertinggal. Kondisi ini tentu berbahaya jika kembali terjadi melawan Spanyol," kata seorang pecinta sepak bola yang hadir dalam podcast Selebrasi Lokal 2026 sebelum dihelatnya pertandingan final. Sebab, Spanyol tahu bagaimana cara bereaksi ketika sudah unggul, tidak seperti Inggris yang langsung memilih bertahan. "Spanyol punya gaya permainan penguasaan bola yang ditunjang dengan kemampuan para pemainnya. Gaya bermain seperti ini lebih efektif ketika sudah unggul, karena bisa mempercepat waktu berakhir serta menguras stamina lawan yang terus melakukan pressing ketat," lanjut pecinta sepak bola tersebut. Simak analisa selengkapnya di sini: | Reaksi Fans Messi di Banyuasin Usai Argentina Dikalahkan Spanyol, Spontan Lepas Jersey Biru-Putih | |---| | Efek Piala Dunia 2026 Luar Biasa! Pengamat: Dampak Motivasi dan Ekonomi untuk Atlet Indonesia | |---| | Lury Elza Alex Puji Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Akui Merinding Lihat Gol Penentu Ferran Torres | |---| | Spanyol Raja Dunia! Bungkam Messi, Pengamat: La Furia Roja Tim Paling Sempurna di Piala Dunia 2026 | |---| | Magis Tiki-Taka di Jalan Tasik, Saat Prediksi Ratu Dewa Menjelma Nyata di Panggung Piala Dunia | |---|
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at tribunnews
