Alarm Perlindungan Anak Telah Berbunyi Keras

Mengingat pelaku adalah orang tua (ibu tiri), maka ancaman pidananya diperberat lagi dengan tambahan sepertiga dari ketentuan.
Alarm Perlindungan Anak Telah Berbunyi Keras 📅 Senin, 20 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Alarm pentingnya perlindungan anak telah berbuni keras. “Anak sudah berada dalam bahaya, perlu sekali perlindungan,” tandasMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. Ungkapan ini menanggapi kasus kekerasan terhadap balita 4 tahun hingga tewas di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ini merupakan alarm keras bagi perlindungan anak di ranah domestik. “Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang balita di Kabupaten Bekasi. Anak merupakan kelompok yang paling rentan dan harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan. Kkeselamatan dan kepentingan terbaik bagi anak harus selalu menjadi prioritas utama,” kata Arifah Fauzi di Jakarta. Motif kekerasan diduga dipicu rasa cemburu pelaku yang merupakan ibu tiri korban terhadap nenek korban. Sebab nenek korban dinilai lebih peduli kepada korban daripada cucu hasil pernikahan antara pelaku dan ayah korban. Arifah mengapresiasi respons cepat Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Bekasi dan Polres Metro Bekasi. Mereka menindaklanjuti kasus ini, mengamankan pelaku, serta sempat memberikan perawatan intensif kepada korban. Sayang, korban akhirnya meninggal dunia. “Tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan terhadap anak,’ ujarnya. Pelaku dapat dijerat dengan Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp3 miliar. Kemudian mengingat pelaku adalah orang tua (ibu tiri), maka ancaman pidana tersebut ditambah sepertiga dari ketentuan. Pelaku adalah orang dekat. Orang dekat malah sering membahayakan, bukan menjadi pelindung. “Kami akan terus mengawal dan berkoordinasi dengan UPTD PPA Kabupaten Bekasi agar proses hukum berjalan seadil-adilnya bagi korban sesuai dengan perundang-undangan,” tandas Arifatul. Asisten Deputi Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus, telah berkoordinasi sejak 9 Juli. Mereka berkomitmen untuk terus memantau jalannya proses hukum, serta berkoordinasi terkait proses pembiayaan perawatan korban selama di rumah sakit. Sebaiknya Anda baca juga: Menyapa Sementara itu, Arifah Fauzi menyempatkan untuk menyapa anak-anak Sekolah Dasar (SD) Dinamika Indonesia, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42. “Sebentar lagi kita akan merayakan HAN ke-42. Ini adalah hari kalian. Hari untuk merayakan kegembiraan seluruh anak Indonesia,” jelasnya. Melalui kegiatan Jelajah SAPA yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan,”dia ingin berada dekat dengan anak-anak dan mendengar langsung cerita serta harapan mereka. Dalam kesempatan tersebut Arifah Fauzi berdialog interaktif dengan anak-anak dan memberikan motivasi agar mereka tetap semangat belajar demi mengejar cita-cita. Menteri menandaskan, anak adalah pilar masa depan bangsa yang akan menjadi pemimpin kelak. Sementara itu, Ketua Perempuan Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Metta Agustina, menekankan bahwa anak adalah anugerah, sekaligus harapan masa depan bangsa. Kemajuan sebuah negara sangat bergantung pada kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi penerusnya. Menurutnya, ini adalah aksi sosial keempat di SD Dinamika Indonesia, Bantar Gebang. Dia bersyukur melihat perubahan dan kemajuan dari tahun ke tahun. Kondisi kesehatan anak-anak di sini semakin membaik dan angka anak yang mengalami kurang gizi sudah jauh menurun. Dalam kegiatan Jelajah SAPA di SD Dinamika Indonesa, Menteri PPPA dan organisasi mitra memberikan bantuan 604 kilogram paket ikan kembung segar kaya nutrisi. Ini sebagai bagian dari total bantuan 6,6 ton untuk tujuh lokasi kegiatan. Kemudian, 347 paket makanan ringan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan 400 paket dari Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia (GPHRI). Ada juga, 355 paket makan siang, pemeriksaan kesehatan gratis, dan permainan anak. Melalui sinergi dalam kegiatan Jelajah SAPA ini, Kementerian PPPA berharap komitmen perlindungan dan pemenuhan hak anak dapat semakin diperkuat demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda. - Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas). - Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page". Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at koran_jakarta
