AS batasi dana penelitian ilmiah "peningkatan fungsi" berisiko tinggi

Amerika Serikat memangkas dana federal untuk penelitian ilmiah peningkatan fungsi (gain-of-function research atau GoFR) ...
Laboratorium biologi di Ukraina menyimpan antraks, tularemia, tuberkulosis, demam babi ... Washington (ANTARA) - Amerika Serikat memangkas dana federal untuk penelitian ilmiah peningkatan fungsi (gain-of-function research atau GoFR) yang berbahaya di dalam serta luar negeri guna menghilangkan risiko biologis bagi masyarakat. "Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) hari ini menyambut baik penerbitan kebijakan terbaru dari pemerintahan Trump untuk menghentikan penelitian ilmu hayati berisiko tinggi," demikian menurut pernyataan HHS pada Selasa (28/7). "Kerangka kerja komprehensif itu melarang penelitian gain-of-function yang berbahaya dan didanai pemerintah federal, sekaligus menetapkan pengawasan lebih ketat terhadap penelitian ilmu hayati yang berpotensi menimbulkan risiko signifikan terhadap kesehatan masyarakat, biosekuriti, atau keamanan nasional," tambahnya. Di satu sisi, kebijakan baru itu membatasi dukungan keuangan bagi penelitian yang dilakukan di negara-negara tanpa standar pengawasan memadai, menurut HHS. Namun, kebijakan tersebut tetap mendukung penelitian penting terkait pengembangan vaksin, terapi, dan alat medis lainnya, lanjut departemen itu. Sebelumnya, pada Juni, Direktur Intelijen Nasional AS (DNI) saat itu, Tulsi Gabbard, merilis bukti mengenai pendanaan yang pernah diberikan Pemerintah AS terhadap lebih dari 120 laboratorium biologi di lebih dari 30 negara, termasuk Ukraina. Banyak laboratorium biologi yang didanai AS itu melakukan penelitian dengan menggunakan patogen berbahaya dan sangat menular, termasuk penelitian gain-of-function, kata Gabbard. Sebagai contoh, di Ukraina terdapat lebih dari 40 laboratorium biologi yang dibangun atau didukung oleh Amerika Serikat, menurut dokumen intelijen AS yang telah dibuka rahasianya dan dikutip RIA Novosti. Puluhan laboratorium biologi tersebut "ditugaskan" untuk menyimpan senjata biologis era Soviet, melatih ilmuwan Ukraina dalam bidang pengendalian biologis, serta memberikan sertifikasi kepada mereka untuk menangani patogen sangat berbahaya. Laboratorium biologi di Ukraina menyimpan antraks, tularemia, tuberkulosis, demam babi, penyakit Newcastle, penyakit infeksi saluran pernapasan MERS, infeksi saluran pernapasan akut parah SARS, Marburg, Ebola, Lassa, wabah, Rickettsia, dan lainnya, demikian ditambahkan dalam dokumen tersebut. Sumber: Sputnik/RIA Novosti Baca juga: Rusia klaim temukan bukti baru pengembangan senjata biologis Ukraina Baca juga: Diplomat Rusia tuduh AS gencarkan kegiatan bio-militer Penerjemah: Fransiska Ninditya Editor: M Razi Rahman Copyright © ANTARA 2026
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at antaranews
