Bank BSN Pacu Pembiayaan KPR Subsidi dengan Menyasar Pekerja Informal

Tak hanya pekerja formal, Bank BSN membuka akses KPR subsidi bagi pekerja informal dan pelaku usaha kecil.
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memacu penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah subsidi (KPR subsidi). Strateginya tak hanya memperluas kerja sama dengan pengembang, tapi bank ini juga memperluas target pasar hingga pekerja informal. Pembiayaan perumahan BSN terus mencatatkan pertumbuhan. Hingga Juli 2026, Bank BSN telah berhasil menyalurkan sekitar 33.000 unit KPR subsidi. Sepanjang 2026 ditargetkan bisa mencapai 69.636 unit, naik dari tahun 2025 yang mencapai 59.463 unit. Keberhasilan akselerasi penyaluran ini menempatkan Bank BSN menguasai pangsa pasar penyaluran KPR subsidi secara nasional di kisaran 24%. Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor bilang bahwa pencapaian itu ditopang oleh ekosistem kemitraan yang kuat, mencakup kolaborasi aktif bersama lebih dari 4.000 pengembang (developer) dan lebih dari 3.000 notaris di seluruh wilayah Indonesia. "Saat ini BSN memegang market share sekitar 24% dalam penyaluran KPR subsidi. Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus memperluas akses pembiayaan rumah, memperbaiki kualitas layanan, serta memastikan proses kepemilikan rumah semakin mudah dijangkau oleh masyarakat," kata Alex dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026). Baca Juga: BTN dan BSN Kuasai 74% Penyaluran FLPP, Jangkau Lebih dari 67.000 MBR Untuk mencapai target, BSN melakukan akad massal pembiayaan KPR Subsidi kepada sekitar 5.100 nasabah dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp850 miliar. Pelaksanaan akad massal dilakukan serentak melalui seluruh jaringan yang terdiri dari 37 Kantor Cabang (KC) dan 82 Kantor Cabang Pembantu (KCP) di berbagai daerah. Bahkan, tiga cabang utama Bank BSN yaitu KC Banda Aceh, KC Malang, dan KC Solo terhubung secara langsung melalui jaringan daring (online) dengan pusat rangkaian acara. Akad massal BSN ini merupakan bagian dari akselerasi program kepemilikan rumah nasional dalam ajang Peluncuran Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan Kredit Program Perumahan yang dilakukan BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7). Alex menyampaikan bahwa inisiatif ini bukan sekadar peluncuran produk perbankan, melainkan sebuah cara pandang baru dalam perjalanan masyarakat Indonesia menuju kepemilikan hunian yang layak dan sejahtera. “Angka tersebut bukan sekadar jumlah unit rumah, melainkan menggambarkan keluarga Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih aman, layak, dan sejahtera. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah, Kementerian PKP, dan BP Tapera," kata Alex. Baca Juga: BSN Bidik Aset Rp 87 Triliun pada Akhir Tahun 2026 Ia menambahkan, keikutsertaan Bank BSN dalam akad massal itu menegaskan bahwa akses pembiayaan hunian berbasis syariah kini terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat, baik pekerja formal, pekerja informal, maupun pelaku usaha mikro dan kecil. Dalam acara tersebut, salah satu nasabah Bank BSN, Jofan Firdaus, yang sehari-hari bekerja sebagai mitra pengemudi ojek online (Grab), secara khusus memperoleh kesempatan menerima kunci rumah secara simbolis dari jajaran pimpinan. Selain Jofan, keberhasilan program pembiayaan inklusif BSN diwakili oleh Tsara Nafisa, seorang wirausaha pedagang kelontong yang merupakan nasabah BSN KC Banda Aceh. Tsara mendapat kehormatan untuk melakukan dialog dan interaksi secara langsung secara daring dengan Presiden RI. "Dua sosok nasabah kami, Saudara Jofan Firdaus dan Saudari Tsara Nafisa, membuktikan secara nyata bahwa kesempatan memiliki rumah harus terbuka bagi berbagai profesi. Baik pengemudi ojek online maupun pedagang kelontong, semuanya memiliki harapan dan kesempatan yang sama untuk memperoleh hunian yang layak melalui fasilitas BSN," kata Alex. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at kontan_co_id
