Health·

Bayi Semangat Ikut Lomba Merangkak, Ternyata Ini Tahapan Penting Tumbuh Kembang

Bayi Semangat Ikut Lomba Merangkak, Ternyata Ini Tahapan Penting Tumbuh Kembang
Source:detik

Lomba merangkak di Tiny Crawler by Milna jadi momen seru bagi bayi dan orang tua. Aktivitas ini dukung perkembangan motorik sebelum belajar berjalan.

Merangkak menjadi salah satu momen yang paling dinantikan orang tua pada masa tumbuh kembang bayi. Selain menjadi tanda si kecil semakin aktif bergerak, fase ini juga menjadi bekal penting sebelum bayi belajar berdiri dan berjalan. Suasana tersebut terlihat dalam Tiny Crawler by Milna yang menjadi salah satu rangkaian acara Morinaga Door Of Future: Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab di Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026). Puluhan bayi berusia enam hingga sepuluh bulan tampak antusias mengikuti lomba merangkak menuju garis finis. Dalam perlombaan ini terdapat 10 ronde yang masing masing diikuti lima peserta. Setiap ronde berlangsung sekitar lima menit. Nantinya, juri akan menentukan bayi yang paling cepat mencapai garis finis sebagai pemenang. Meski terdengar sederhana, tingkah para orang tua justru menjadi daya tarik tersendiri. Mereka bebas mendampingi bayi di garis start maupun di garis finis untuk memberi semangat sekaligus memancing perhatian si kecil agar terus merangkak menuju garis finis. Berbagai benda pun disiapkan. Ada yang membawa bola, boneka, hingga mainan favorit. Sebagian lainnya memilih plastik kresek karena bunyinya mampu menarik perhatian bayi. Tak sedikit pula yang menggunakan benda yang tak biasa. Remot TV, tisu, hingga charger handphone ikut dijadikan umpan agar bayi mau segera bergerak menuju pelukan orang tuanya di garis finis. Seperti yang dilakukan Agata kepada putranya Arfi yang kini berusia 10 bulan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi sang buah hati. "Bagus banget sih. Excited dari awal, pas tahu langsung pengin cepat-cepat daftar. Karena kan untuk melatih kepercayaan anak. Biar berani. Masalah menang atau kalah urusan belakangan, yang penting anaknya berani, percaya diri dulu," ujar Agata kepada detikcom saat ditemui di Morinaga Door Of Future 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab', di Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026). Ketika lomba berlangsung, Agata membawa mainan favorit Arfi berupa poster edukasi yang mengeluarkan suara agar putranya terus merangkak menuju garis finis. "Tadi pakai mainan kesukaan dia. Dia suka banget ini. Poster edukasi suara," kata Agata. Menurut Agata, lomba merangkak seperti ini juga dapat mendukung proses tumbuh kembang bayi. "Mendukung, karena salah satu tahapan yang harus dilalui oleh bayi sebelum dia bisa berjalan. Biar lebih aktif," tuturnya. Kemampuan merangkak memang menjadi salah satu tonggak perkembangan motorik kasar bayi. Dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), bayi umumnya mulai mampu merangkak pada rentang usia 9 hingga 12 bulan. Pada fase ini, bayi mulai belajar mengoordinasikan gerakan tangan dan lutut untuk berpindah tempat secara mandiri. Aktivitas merangkak membantu memperkuat otot bahu, lengan, punggung, perut, hingga tungkai yang nantinya dibutuhkan saat berdiri dan berjalan. Selain itu, merangkak juga melatih keseimbangan, koordinasi antara sisi kanan dan kiri tubuh, serta kemampuan bayi mengenali ruang di sekitarnya. Karena itu, orang tua dapat memberikan stimulasi dengan mengajak bayi bermain di lantai yang aman dan bersih menggunakan benda-benda yang menarik perhatian. Cara sederhana tersebut dapat mendorong bayi lebih aktif bergerak sekaligus mendukung perkembangan motorik sesuai tahapan usianya.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at detik