Politics·

Bendungan Jlantah Siap Jaga Pasokan Air Saat Musim Kemarau

Bendungan Jlantah Siap Jaga Pasokan Air Saat Musim Kemarau
Source:rm_id

Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, siap menjadi andalan dalam menjaga ketersediaan air di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Bendungan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026 itu diharapkan memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bendungan merupakan infrastruktur strategis yang berperan penting menjaga keberlanjutan produksi pangan. ...

Dark/Light Mode BREAKINGNEWS - OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Duit Ratusan Juta - KPK Kembangkan Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin - Sah, Kylian Mbappe Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026 - Kemenag Hadirkan Aplikasi AMAN untuk Permudah Pelaporan Kekerasan - Pramono Diledek Istri Usai Argentina Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026 Bendungan Jlantah Siap Jaga Pasokan Air Saat Musim Kemarau Senin, 20 Juli 2026 19:08 WIB RM.id Rakyat Merdeka - Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, siap menjadi andalan dalam menjaga ketersediaan air di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Bendungan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026 itu diharapkan memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bendungan merupakan infrastruktur strategis yang berperan penting menjaga keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, manfaat bendungan akan benar-benar dirasakan ketika air dapat mengalir hingga ke lahan pertanian dan dimanfaatkan masyarakat. "Swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air memerlukan tata kelola air yang tertib, berkelanjutan, dan benar-benar sampai kepada rakyat. Bendungan adalah hulu dari pelayanan itu," ujar Dody. Bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampung 11,82 juta meter kubik dengan luas genangan 54,77 hektare. Infrastruktur tersebut mampu mereduksi banjir di area persawahan seluas 87 hektare sekaligus mendukung layanan irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.494 hektare. Dari total layanan irigasi tersebut, sekitar 806 hektare lahan dilayani melalui jaringan yang tersebar di 15 daerah irigasi. Kehadiran bendungan ini meningkatkan indeks pertanaman dari 172 persen menjadi 272 persen sehingga petani dapat meningkatkan frekuensi tanam dalam setahun. Selain itu, masih terdapat potensi pengembangan layanan irigasi seluas 688 hektare di 20 daerah irigasi dengan indeks pertanaman yang sama. Bendungan Jlantah juga mendukung program cetak sawah melalui saluran induk Jlantah dengan potensi pengembangan lahan mencapai 229,90 hektare. Tak hanya menopang sektor pertanian, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 150 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air minum di tiga kecamatan. Dengan tambahan pasokan tersebut, cakupan layanan air minum meningkat dari sebelumnya 20 persen menjadi 100 persen. Kehadiran Bendungan Jlantah juga diproyeksikan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan air domestik di tiga kecamatan dengan tingkat swasembada air mencapai 71,41 persen pada 2040. Di sektor energi, bendungan ini memiliki potensi pembangkit listrik sebesar 10,625 megawatt yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,625 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 MW. Bendungan yang berada di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, tersebut dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU sejak 2019 hingga 2024 dengan total anggaran Rp1,02 triliun. Kementerian PU berharap Bendungan Jlantah menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi krisis air saat musim kemarau sekaligus mendorong pembangunan daerah melalui peningkatan ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan pemanfaatan energi terbarukan. Tags : Berita Lainnya

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at rm_id