Top·

BPOM dan Cokrodiningratan Bentuk 10 Kader Edukasi Jamu Aman

BPOM dan Cokrodiningratan Bentuk 10 Kader Edukasi Jamu Aman

Kelurahan Cokrodiningratan membentuk 10 Kader Keamanan Obat Bahan Alam melalui Program IDAMAN BPOM untuk mengedukasi masyarakat memilih jamu aman.

Harianjogja.com, JOGJA Kelurahan Cokrodiningratan membentuk 10 Kader Keamanan Obat Bahan Alam (OBA) untuk memperkuat edukasi masyarakat mengenai pemilihan dan pemanfaatan jamu yang aman. Langkah ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang diinisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna meningkatkan literasi masyarakat sekaligus mendukung pelaku usaha jamu di tingkat lokal.Para kader yang berasal dari unsur Tim Penggerak PKK serta perwakilan RT dan RW dipersiapkan menjadi ujung tombak komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat. Mereka diharapkan mampu mendorong warga lebih cermat dalam memilih, memperoleh, menggunakan, dan memanfaatkan obat bahan alam yang aman, bermutu, dan bermanfaat.Kolaborasi BPOM dan Kelurahan CokrodiningratanLurah Cokrodiningratan, Mohammad Roman Feiruz, mengatakan pemerintah kelurahan berkomitmen mendukung penuh Program IDAMAN sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan obat bahan alam sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha jamu."Program Indonesia Sadar Jamu Aman merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah, BPOM, pelaku usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman mengenai keamanan obat bahan alam. Melalui pembentukan kader serta pemberdayaan pelaku usaha, kami berharap masyarakat semakin bijaksana dalam memilih dan memanfaatkan jamu yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi kesehatan," katanya, Jumat (31/7/2026).Pelaksanaan program diawali dengan audiensi dan koordinasi antara BPOM dan Pemerintah Kelurahan Cokrodiningratan pada Rabu (29/7/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana aksi Program IDAMAN sekaligus memperkuat sinergi dalam pelaksanaan kegiatan hingga akhir tahun.Kader Dibekali Edukasi Keamanan Obat Bahan AlamTahapan berikutnya dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) melalui Bimbingan Teknis Pembentukan Kader Keamanan Obat Bahan Alam di Aula Balai Besar POM di Jogja.Melalui pelatihan tersebut, para calon kader mendapatkan pembekalan mengenai teknik komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait cara memilih, memperoleh, menggunakan, serta memanfaatkan jamu yang aman.Setelah menyelesaikan pelatihan, 10 kader yang ditugaskan Kelurahan Cokrodiningratan diharapkan menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing sehingga pemahaman masyarakat mengenai keamanan obat bahan alam semakin meningkat.Pelaku Usaha Jamu Juga Mendapat PendampinganSelain membentuk kader, BPOM juga memberikan bimbingan teknis kepada pelaku usaha jamu gendong, usaha jamu racikan, serta sarana distribusi obat bahan alam.Materi yang diberikan meliputi pemilihan dan pengolahan bahan baku simplisia, penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi, dokumentasi usaha, hingga edukasi mengenai kewaspadaan terhadap produk obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat.Sebagai bentuk komitmen bersama, Kelurahan Cokrodiningratan juga menyusun Rencana Aksi Program Indonesia Sadar Jamu Aman 2026 yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli hingga Desember 2026.Program tersebut mencakup pembentukan kader, edukasi kepada masyarakat, bimbingan teknis bagi pelaku usaha jamu, hingga pendampingan penerapan Cara Pembuatan Jamu Gendong yang Baik.Dorong Pelestarian Jamu yang Aman dan BermutuRoman berharap sinergi antara BPOM di Jogja, pemerintah kelurahan, pelaku usaha, dan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran terhadap keamanan obat bahan alam sekaligus memperkuat pelestarian jamu sebagai warisan budaya Indonesia."Dengan program ini kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya keamanan obat bahan alam dan pelaku usaha jamu mampu menerapkan standar keamanan serta mutu dalam setiap proses produksinya," ujarnya.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at harianjogja