Business·

Desainer Prancis dan Indonesia Kolaborasi dengan Perajin Mojokerto, Menteri Ekraf Teuku Riefky Beberkan Misi Kriya Tembus Pasar Global

Desainer Prancis dan Indonesia Kolaborasi dengan Perajin Mojokerto, Menteri Ekraf Teuku Riefky Beberkan Misi Kriya Tembus Pasar Global

Desainer Prancis dan Indonesia Kolaborasi dengan Perajin Mojokerto, Menteri Ekraf Teuku Riefky Beberkan Misi Kriya Tembus Pasar Global . 👇 Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi kolaborasi PINTU Residency Indonesia-Prancis yang angkat karya batik Mojokerto ke tingkat global. -- Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE #beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp

Jakarta (beritajatim.com) – Kolaborasi internasional di sektor ekonomi kreatif menjadi kunci utama untuk membawa warisan budaya lokal menembus panggung dunia. Sentuhan desain kontemporer dari perancang kelas dunia yang dipadukan dengan keahlian perajin daerah mampu memunculkan nilai tambah ekonomi yang sangat tinggi. Langkah konkret penembusan pasar global ini dipamerkan melalui sinergi kreatif antara Indonesia dan Prancis. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan Prancis kini telah berkembang melampaui industri fesyen, mencakup penguatan subsektor kriya, desain, film, animasi, gim, kuliner, hingga mobilitas talenta. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri resepsi dan peragaan busana inkubator PINTU France-Indonesia di kediaman Duta Besar Prancis, Jakarta. Kegiatan ini memamerkan hasil karya perancang busana Prancis, talenta École Duperré–Paris, desainer Indonesia, serta perajin kriya lokal melalui Program PINTU Residency. “Indonesia dan Prancis telah membangun hubungan persahabatan yang kuat selama bertahun-tahun. Kerja sama kedua negara tidak hanya terbatas pada bidang fesyen, tetapi juga mencakup kriya, desain, film, animasi, gim, seni kuliner, serta pengembangan talenta. Dalam satu tahun terakhir, kita telah menyaksikan berbagai kemajuan yang menggembirakan, dan kini terus memperluas kemitraan melalui berbagai inisiatif seperti PINTU Residency serta program Indonesian & French Designer Cross Residency (ADIR) yang akan segera dilaksanakan,” ujar Menteri Ekraf. Teuku Riefky membeberkan bahwa program PINTU Residency terbukti ampuh menghubungkan para perancang busana dengan para perajin lokal di daerah. “Salah satu contoh nyata dari kolaborasi tersebut adalah PINTU Residency. Program ini mempertemukan desainer Prancis dan Indonesia dengan para perajin lokal untuk menggabungkan keahlian kriya tradisional dengan desain kontemporer. Program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk-produk yang indah, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta menciptakan berbagai peluang baru. Ke depan, kami berharap kemitraan ini dapat terus diperluas melalui lebih banyak program pertukaran kreatif, kolaborasi bersama, mobilitas talenta, serta kerja sama di berbagai subsektor ekonomi kreatif,” kata Menteri Ekraf. Pada tahun ini, Kementerian Ekraf melalui Direktorat Kriya memberi dukungan penuh pada Batik Design PINTU Residency yang bekerja sama langsung dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kolaborasi antara desainer Prancis Lisa Rayar dan Mickaël Nana, desainer Indonesia Gabriel Marcella dan Beatrice Angelic, serta perajin batik Mojokerto berhasil menetaskan tiga karya adikarya yang diperagakan dalam peragaan busana tersebut sebagai representasi inovasi desain berbasis warisan budaya. [hen/ian]

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at beritajatim