Lifestyle·

Dituduh Pilih Kasih Soal Nominal Bantuan, Dedi Mulyadi: Ada Alasan di Balik Angka Rp25 Juta

Dituduh Pilih Kasih Soal Nominal Bantuan, Dedi Mulyadi: Ada Alasan di Balik Angka Rp25 Juta

Dedi Mulyadi, dalam mengulurkan tangan bagi sesama mendadak jadi buah bibir warganet, kini akhirnya buka suara.

Dituduh Pilih Kasih Soal Nominal Bantuan, Dedi Mulyadi: Ada Alasan di Balik Angka Rp25 Juta Dedi Mulyadi, dalam mengulurkan tangan bagi sesama mendadak jadi buah bibir warganet, kini akhirnya buka suara. Ringkasan Berita: - Dedi Mulyadi, dalam mengulurkan tangan bagi sesama mendadak jadi buah bibir warganet, kini akhirnya buka suara - Dedi memberikan deposit sebesar Rp50 juta kepada anak terduga pelaku pencurian di Bali yang tewas dikeroyok massa - Untuk keluarga satpam yang tewas terbunuh di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, bantuan tunai yang diserahkan bernominal Rp25 juta TRIBUNSTYLE.COM - Langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam mengulurkan tangan bagi sesama mendadak jadi buah bibir warganet. Pria yang akrab disapa KDM ini mendapati dirinya berada di tengah pusaran kritik publik setelah memberikan nominal bantuan yang berbeda untuk dua peristiwa tragis yang belakangan viral. Perbedaan angka tersebut memicu riak tanya di media sosial. Pasalnya, Dedi memberikan deposit sebesar Rp50 juta kepada anak terduga pelaku pencurian di Bali yang tewas dikeroyok massa. Sementara itu, untuk keluarga satpam yang tewas terbunuh di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, bantuan tunai yang diserahkan bernominal Rp25 juta. Kekecewaan dan keheranan tersebut salah satunya terpancar dari komentar seorang warganet yang menyuarakan rasa kepeduliannya. "Pak @dedimulyadi71 jujur ini aneh, kenapa yang bukan warga nya sndri di ksh deposito 50jt sedangkan anak satpam yg di purwakarta hanya 25jt? Yg di bali itu istri dan anak nya sudah terjamin, kita yang hanya bisa melihat berita di medsos butuh kepastian tentang anak satpam ini gmna masa depan nya krna jujur kita punya rasa tanggung jawab moral, semoga bisa di UP segera apakah ada jaminan jangka panjang dari pemprov," tulis akun tersebut. Tiga Alasan Utama di Balik Keputusan KDM Mendengar riak kegaduhan yang berembus di jagat maya, Dedi Mulyadi tak tinggal diam. Dengan nada santai namun tegas, ia langsung memberikan klarifikasi terbuka melalui unggahan di media sosial pribadinya. "Hayo sedang apa sekarang, sedang ngomongin perbedaan bantuan pembunuhan sekuriti dan korban pengeroyokan pencuri ayam di Bali ya? saya dianggap membeda-bedakan ya?" tanya Dedi Mulyadi. Ia kemudian membeberkan bahwa ada pertimbangan matang serta strategi jangka panjang di balik angka Rp25 juta yang ia berikan kepada keluarga almarhum Sumarna. Baca juga: Dedi Mulyadi Jadikan Putri Satpam Waduk Jatiluhur Sebagai Anak Asuh, Jamin Pendidikan Hingga Dewasa Penyelesaian Kewajiban Almarhum Dedi menjelaskan bahwa sebagian dana dialokasikan langsung untuk menyelesaikan urusan kewajiban almarhum kepada pihak lain agar tidak menjadi beban keluarga yang ditinggalkan. "Waktu itu saya tidak menyerahkan, uang berbeda dengan yang di Bali karena ada beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama bahwa saya paham almarhum itu ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan pada pihak lain sehingga saya memilih untuk menyelesaikan kewajiban pada pihak lain dibanding menyerahkan uang tunai ke keluarga korban," bebar Dedi. Jaminan Masa Depan dan Pendidikan Anak Fokus utama Dedi rupanya berorientasi pada keberlangsungan hidup anak-anak almarhum secara berkelanjutan, bukan sekadar memberikan uang tunai dalam jumlah besar di awal. "Kedua, saya berfokus untuk pendidikan anaknya ke depan. Yang besar itu berfokus diselesaikan sekolah SMK dan dibantu untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan di sekitar rumah sehingga bisa menjamin kehidupan ibu dan adiknya," pungkas Dedi. "Kedua, adik kecil yang masih sekolah SD itu dijadikan anak asuh saya untuk menempuh pendidikan hingga dewasa nanti sesuai apa yang diharapkan," lanjutnya. Adanya Perlindungan Hak Asuransi Ketenagakerjaan Alasan krusial lainnya adalah status almarhum Sumarna sebagai pekerja resmi yang terlindungi oleh jaminan sosial. Dedi memahami betul bahwa keluarga almarhum sebenarnya berhak mendapatkan santunan ratusan juta rupiah dari negara. "Ketiga, almarhum ini merupakan anggota sekuriti yang memiliki asuransi ketenagakerjaan dan mendapat hak asuransi ketenagakerjaan Rp418 juta sehingga keluarga almarhum sebenarnya memiliki keuangan yang cukup. Yang harus dipikirkan adalah masa depan anak," | Misteri Sumarna Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Buka Suara Soal Pemilik Borgol & Jumlah Pelaku | |---| | Lega! Driver Ojol Bandung yang Hilang Usai Antar Makanan Akhirnya Pulang Selamat: Alhamdulillah | |---| | Bocah 5 Tahun di Bandung Barat Dianiaya Hingga Berdarah, Polisi Periksa Pria Diduga Ayah Korban | |---| | Tangis Ibu Pecah Setelah Peluk Lagi Bayinya yang Sempat Dijual Ayah Seharga Rp20 Juta di Jambi | |---| | Sepupu Ungkap Momen Terakhir KD yang Tewas Dikeroyok di Bali, Sempat Bayar SPP Sekolah Anak | |---|

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at tribunnews