Dulu Tergeser Maarten Paes dan Emil Audero, Kini Nadeo Argawinata Berpeluang Jadi Penyelamat Timnas Indonesia
Piala AFF 2026 bisa menjadi panggung yang telah lama dinantikan Nadeo Argawinata. Setelah cukup lama hanya menjadi pelapis di Timnas Indonesia, kiper berusia 29 tahun itu
Dulu Tergeser Maarten Paes dan Emil Audero, Kini Nadeo Argawinata Berpeluang Jadi Penyelamat Timnas Indonesia VIVA – Piala AFF 2026 bisa menjadi panggung yang telah lama dinantikan Nadeo Argawinata. Setelah cukup lama hanya menjadi pelapis di Timnas Indonesia, kiper berusia 29 tahun itu kini berpeluang besar kembali mengamankan posisi utama di bawah mistar gawang Skuad Garuda. Absennya Maarten Paes dan Emil Audero dari skuad Indonesia membuka jalan bagi Nadeo untuk kembali menunjukkan kualitasnya. Selama beberapa tahun terakhir, namanya memang nyaris tak pernah absen dari daftar pemain Timnas, tetapi kesempatan bermain justru sangat minim. Situasi itu dialami Nadeo sejak era Shin Tae Yong hingga berlanjut di bawah Patrick Kluivert dan John Herdman. Meski rutin dipanggil, ia lebih sering menghangatkan bangku cadangan karena kalah bersaing dengan Paes maupun Emil. Kini kondisinya berbeda. Dengan dua pesaing utamanya tidak masuk skuad Piala AFF 2026, peluang Nadeo untuk kembali menjadi pilihan nomor satu terbuka sangat lebar. Selain pengalaman, Nadeo juga memiliki jam terbang yang lebih matang dibanding dua kiper lain yang dibawa Herdman. Penjaga gawang anyar Persija Jakarta itu merupakan salah satu pemain senior di Timnas Indonesia dan sudah menjadi bagian dari Skuad Garuda sejak 2021. Debut internasionalnya tercipta dalam laga uji coba melawan Oman pada Mei 2021 menjelang lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sejak saat itu, Nadeo beberapa kali dipercaya menjadi pilihan utama di bawah mistar. Pada Piala AFF 2020 dan Piala AFF 2022, misalnya, Nadeo menjadi andalan Timnas Indonesia. Saat itu ia mampu menggeser Muhammad Riyandi yang menjadi pesaing terdekatnya. Sementara pada edisi 2024, Nadeo tidak masuk skuad karena Indonesia menurunkan tim U-23. Piala AFF 2026 pun menjadi kesempatan ketiga bagi Nadeo tampil di turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut. Bedanya, kali ini ia datang dengan misi besar: merebut kembali status sebagai kiper utama Timnas Indonesia. Persaingan memang masih ada. Muhammad Riyandi kembali dipanggil ke skuad final setelah sebelumnya sempat dicoret dari daftar 50 pemain pemusatan latihan di Bali. Sementara Cahya Supriyadi juga siap memberikan tekanan meski usianya masih jauh lebih muda.
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at viva_co_id
