Dulu Waswas Rumahnya 3 Kali Kebanjiran di Padang, Sarbayni Kini Bernapas Lega Bisa Huni Hunsela Baru
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/penyerahan-kunci-hunsela-1672026.jpg)
"Senang rasanya, kita sudah dapat rumah yang bisa dihuni, kalau di rumah lama masih was-was kalau tinggal," ucapnya.
Dulu Waswas Rumahnya 3 Kali Kebanjiran di Padang, Sarbayni Kini Bernapas Lega Bisa Huni Hunsela Baru "Senang rasanya, kita sudah dapat rumah yang bisa dihuni, kalau di rumah lama masih was-was kalau tinggal," ucapnya. Ringkasan Berita: - Penyerahan kunci hunsela di Rimbo Panjang, Pauh. - Warga bernama Sarbayni mengaku sangat senang. - Sebelumnya Sarbayni tinggal di rumah lamanya dengan kondisi rusak sedang. - Kini, Sarbayni bahagia dan tidak merasa was-was lagi. TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Rasa cemas dan waswas yang selama ini menghantui Sarbayni (73) akhirnya berganti menjadi kelegaan, setelah dirinya resmi menerima kunci hunian sehat dan layak (hunsela) di Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, Rabu (15/7/2026) lalu. Peresmian hunsela ini berlangsung pada Rabu (15/7/2026) lalu oleh Walikota Padang, Fadly Amran. Dengan disahkannya kunci rumah, Sarbayni mengaku sangat senang dan akhirnya bisa menghuni hunsela tersebut. Diketahui, hunsela ini merupakan sumbangan para donatur untuk korban bencana, bukan dari pemerintah. Baca juga: 18 Hunsela untuk Korban Bencana Batu Busuk Diresmikan, Wali Kota Padang Pastikan Huntap Dibangun Jadi sumbangan tersebut, dibangun menjadi hunsela, selayaknya hunian sementara (huntara) dari pemerintah. "Senang rasanya, kita sudah dapat rumah yang bisa dihuni, kalau di rumah lama masih was-was kalau tinggal," ucapnya. Kata dia, bencana akhir November 2025 lalu menghancurkan rumahnya. Berdasarkan pendataan, masuk kategori rusak sedang. Ia mengaku sempat memperbaiki rumah lamanya tersebut, menggunakan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari pemerintah. Baca juga: Acara Utama HJK Padang, Kolaborasi Siti Nurbaya Orchestra dengan Judika dan Diva Aurel Jadi Magnet Hanya saja, ia mengaku masih harap-harap cemas, takut bencana akan kembali terjadi dan menerjang rumahnya. "Kemarin sempat diperbaiki, menjelang hunsela ini diresmikan. Uangnya dapat dari pemerintah, tapi kalau hujan kan tetap was-was kita," tuturnya. Ia menambahkan, untuk ke depannya akan tetap tinggal di hunsela Rimbo Panjang, dibandingkan di rumah lamanya. Lokasi pembangunan yang aman dan jauh dari aliran sungai. Sehingga jika dibandingkan dari rumah sebelumnya yang dekat aliran sungai, tentu berpotensi terkena bencana. Baca juga: 153 Lulusan SMAK Padang Terserap Dunia Kerja dan Perguruan Tinggi, Sebagian Direkrut Sebelum Lulus "Rumah saya sudah tiga kali terkena air yang masuk ke dalam rumah, jadi takut tinggal di sana," sebut perempuan berumur 73 itu. Meski begitu, ia tetap menanti janji pemerintah terkait penyediaan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana. Dengan adanya huntap, perasaan harap-harap cemas Sarbayni selama ini dapat mereda bahkan menghilang. "Tentu kita tetap menunggu huntap, karena itu lebih layak dari hunsela," tambahnya.(*) | 18 Hunsela untuk Korban Bencana Batu Busuk Diresmikan, Wali Kota Padang Pastikan Huntap Dibangun | |---| | Pemko Padang Kebut Pembangunan Huntap di Padang, 523 Rumah Ditargetkan Rampung Tahun 2027 | |---| | Bantuan Korban Bencana di Padang Cair Rp 1,18 Miliar, Huntap Ditargetkan Rampung 2027 | |---| | Relokasi Terkendala Lahan, SDN 10 Lambung Bukit Padang Masih Gunakan Bangunan Nyaris Roboh | |---| | Nyaris Roboh, Wali Kota Padang Pastikan SDN 10 Lambung Bukit Masih Aman Digunakan | |---|
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at tribunnews
