Top·

Ending The Odyssey Bikin Bingung? Ini Penjelasan Lengkap Garis Waktu, Monster, dan Mitologi Yunani di Balik Film Christopher Nolan

Ending The Odyssey Bikin Bingung? Ini Penjelasan Lengkap Garis Waktu, Monster, dan Mitologi Yunani di Balik Film Christopher Nolan

Ending The Odyssey Bikin Bingung? Ini Penjelasan Lengkap Garis Waktu, Monster, dan Mitologi Yunani di Balik Film Christopher Nolan - Sb - Koran Jakarta ®

Ending The Odyssey Bikin Bingung? Ini Penjelasan Lengkap Garis Waktu, Monster, dan Mitologi Yunani di Balik Film Christopher Nolan 📅 Minggu, 19 Jul 2026, 16:09 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SThe Odyssey bukan sekadar film petualangan, melainkan sebuah kisah epik yang dipenuhi lompatan waktu, mitologi Yunani, hingga simbol-simbol yang sarat makna. Tak heran jika banyak penonton merasa kebingungan mengikuti alur film terbaru garapan Christopher Nolan ini. Seperti karya-karya Nolan sebelumnya, sutradara peraih Oscar tersebut kembali memainkan struktur narasi yang tidak linear. Kali ini, ia mengadaptasi epos legendaris karya Homer dengan pendekatan yang lebih ambisius, memadukan kisah perang, perjalanan spiritual, hingga pergulatan batin sang pahlawan, Odysseus. Dikutip dari Variety, film yang dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus ini mengambil latar setelah berakhirnya Perang Troya yang berlangsung selama 10 tahun. Namun, perjalanan pulang sang raja menuju Ithaca ternyata memakan waktu hampir sama lamanya dengan peperangan itu sendiri. Dalam adaptasi Nolan, kisah tersebut disampaikan melalui sudut pandang seorang penyair yang diperankan Travis Scott. Lewat narasinya, penonton diajak menyusuri kembali perjalanan Odysseus, sembari sang pahlawan mengenang setiap keputusan, kehilangan, dan kesalahan yang membentuk takdirnya. Berikut penjelasan lengkap mengenai alur waktu, monster, serta mitologi Yunani yang menjadi fondasi cerita The Odyssey. Sebaiknya Anda baca juga: Perang Troya: Awal Segala Tragedi Sebelum perang pecah, Odysseus hidup damai sebagai Raja Ithaca bersama istrinya, Penelope (Anne Hathaway). Mereka dikenal sebagai pasangan yang menjunjung tinggi hukum Zeus tentang keramahan terhadap tamu. Siapa pun yang datang ke istana akan diterima dengan hormat karena dalam kepercayaan Yunani, para dewa kerap menyamar sebagai manusia biasa. Odysseus juga terkenal sebagai satu-satunya pria yang mampu memasang tali pada busur legendaris miliknya. Dalam setiap pesta kerajaan, ia selalu memperlihatkan kemampuannya dengan menembakkan anak panah menembus 12 kapak sekaligus. Sebaiknya Anda baca juga: Kedamaian itu runtuh ketika Helen (Lupita Nyong'o), ratu Sparta yang disebut sebagai perempuan tercantik di dunia, pergi bersama Pangeran Paris dari Troya. Suaminya, Raja Menelaus (Jon Bernthal), meminta bantuan saudaranya Agamemnon (Benny Safdie), penguasa Yunani kuno, untuk merebut Helen kembali. Agamemnon kemudian mengumpulkan seluruh kerajaan Yunani dan memulai Perang Troya. Sebelum berangkat, Odysseus berpesan kepada Penelope bahwa jika putra mereka, Telemachus (Tom Holland), telah dewasa sementara dirinya belum kembali, maka Penelope dipersilakan menikah lagi. Odysseus juga mengadakan undian untuk menentukan siapa saja yang akan ikut bertempur dari Ithaca. Ketika Antinous (Robert Pattinson) berusaha mengalihkan tugasnya kepada Sinon (Elliot Page), Odysseus justru memilih Sinon agar Antinous tetap tinggal menjaga keluarga di Ithaca. Perang berlangsung selama sepuluh tahun tanpa hasil. Hingga akhirnya Odysseus mencetuskan strategi legendaris Kuda Troya. Pasukan Yunani bersembunyi di dalam kuda kayu raksasa, sementara armada mereka pura-pura meninggalkan Troya. Hanya Sinon yang ditinggalkan sebagai "hadiah perdamaian" bagi musuh. Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda. - Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas). - Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page". Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at koran_jakarta