Fasilitas Biofarmasi di Cikarang Perkuat Industri Manufaktur Indonesia

Fasilitas manufaktur biofarmasi di Cikarang meraih sertifikasi CPOB dari BPOM, memperkuat standar produksi dan langkah menuju pusat biofarmasi bertaraf global.
Fasilitas Biofarmasi di Cikarang Perkuat Industri Manufaktur Indonesia 📅 Minggu, 26 Jul 2026, 22:07 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA– PT Selatox Bio Pharma mengumumkan telah memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Pencapaian tersebut sekaligus ditandai dengan peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi perusahaan yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Sertifikasi CPOB menjadi pengakuan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan BPOM. Dengan sertifikasi tersebut, perusahaan memperkuat fondasi produksi untuk menghasilkan produk biofarmasi estetika sekaligus memperluas perannya sebagai basis manufaktur yang berorientasi pada pasar global. Peresmian fasilitas mengusung tema "Pursuing the Highest Quality, Delivering the Finest Beauty". Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, BPOM, organisasi profesi kesehatan, klinik estetika, tenaga kesehatan, mitra industri, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Dalam kegiatan tersebut, para peserta menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur manufaktur, penerapan sistem manajemen mutu dengan standar tinggi, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri biofarmasi secara berkelanjutan. Selatox merupakan perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika. Perusahaan saat ini mengembangkan sejumlah produk berbasis Botulinum Toxin Type A. Sebaiknya Anda baca juga: Dengan diperolehnya sertifikasi CPOB, fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox dinyatakan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPOM. Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas dan keamanan. Fasilitas manufaktur yang baru diresmikan dilengkapi sistem produksi berteknologi maju, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup seluruh rangkaian proses manufaktur. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga kualitas dan keamanan produk secara konsisten, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian, hingga distribusi. Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon, mengatakan sertifikasi CPOB menjadi salah satu pencapaian penting bagi perusahaan dalam membangun fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu yang memenuhi standar regulasi. “Perolehan sertifikasi CPOB dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia merupakan pencapaian penting bagi Selatox. Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan,” ujar Joh Young Hoon. Ia menambahkan, perusahaan akan mempertahankan standar pengendalian mutu dalam proses produksi serta berupaya menghadirkan produk berkualitas bagi tenaga kesehatan dan mitra industri. Menurut Joh Young Hoon, sertifikasi CPOB juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem biofarmasi yang terintegrasi, mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur, hingga pengembangan bisnis di pasar global. Selatox juga berencana meningkatkan investasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal serta penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan industri farmasi dan bioteknologi di Indonesia. Direktur Jenderal Biro Biofarmasi Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Republik Korea (Ministry of Food and Drug Safety/MFDS), Ahn Young-jin, menyampaikan apresiasi atas peresmian fasilitas manufaktur Selatox. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak dalam memperkuat kemitraan strategis antara Korea Selatan dan Indonesia di sektor biofarmasi dan kesehatan. Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda. - Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas). - Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page". Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at koran_jakarta
