Top·

Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, BMKG Ungkap Penyebabnya

Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, BMKG Ungkap Penyebabnya

Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami

Harianjogja.com, JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,5 yang mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (22/7/2026) siang dipicu aktivitas Sesar Oreng. Gempa yang berpusat di darat tersebut menimbulkan guncangan kuat di sejumlah wilayah Aceh, namun dipastikan tidak berpotensi memicu tsunami.Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 11.18 WIB dengan pusat gempa berada 36 kilometer di timur laut Gayo Lues pada kedalaman 9 kilometer."Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal diduga akibat aktivitas Sesar Oreng," kata Wijayanto di Jakarta, Rabu.Mekanisme Geser, Tidak Berpotensi TsunamiBMKG menjelaskan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Berdasarkan karakteristik tersebut, gempa dipastikan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.Meski demikian, guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah di Provinsi Aceh hingga sebagian wilayah Sumatra Utara.Guncangan Terkuat Terjadi di Gayo LuesBMKG mencatat intensitas gempa paling kuat terjadi di Kabupaten Gayo Lues dengan skala V Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat ini, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk, gerabah dapat pecah, dan benda-benda besar tampak bergoyang.Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.Getaran juga terasa dengan intensitas III hingga II MMI di sejumlah wilayah lain, yakni Medan, Sibolga, dan Pidie.BMKG Catat Foreshock dan Dua Gempa SusulanHingga pukul 11.30 WIB, BMKG mencatat aktivitas kegempaan yang menyertai gempa utama.Tercatat satu gempa pendahuluan (foreshock) bermagnitudo 3,8, serta dua gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4,3.BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.Masyarakat Diminta Tetap WaspadaBMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa hingga dipastikan aman untuk digunakan kembali.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at harianjogja