Business·

IFG Telah Finalisasi Kajian Konsolidasi Asuransi dan Penjaminan BUMN

IFG Telah Finalisasi Kajian Konsolidasi Asuransi dan Penjaminan BUMN

​Kajian konsolidasi asuransi dan penjaminan BUMN hampir rampung, membuka jalan bagi pembentukan entitas yang lebih besar dan sehat.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsolidasi perusahaan asuransi dan penjaminan BUMN di bawah Danantara dilakukan untuk menciptakan entitas yang lebih kuat, efisien, dan memiliki tata kelola serta manajemen risiko yang lebih baik. Proses ini ditargetkan selesai secara bertahap hingga 2026–2027 melalui kajian dan penataan portofolio yang matang. Direktur Utama Indonesia Financial Group (IFG), Hexana Tri Sasongko, menyampaikan bahwa IFG tengah memfinalisasi kajian menyeluruh terkait rencana konsolidasi dan penataan perusahaan asuransi serta penjaminan BUMN dengan pendampingan konsultan independen. “Kajian tersebut mencakup penentuan entitas, skema transaksi, tahapan pelaksanaan, serta aspek regulasi dan tata kelola,” ungkap Hesana dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026). Secara pararel, kata Hexana, ada beberapa inisiatif yang bersifat internal dalam ekosistem IFG sudah memasuki tahapan transaksi. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah seluruh proses kajian dan persetujuan pemangku kepentingan selesai. Baca Juga: IFG Perkuat Tata Kelola Lewat Sosialisasi Aturan Baru Pendirian dan Perubahan PT Ia menambahkan, skema konsolidasi masih mempertimbangkan berbagai faktor, seperti model bisnis, efisiensi operasional, kecukupan modal, kualitas portofolio, kesiapan organisasi, dan regulasi, dengan tujuan membentuk perusahaan yang lebih sehat, efisien, serta memiliki kapasitas bisnis dan manajemen risiko yang kuat. IFG saat ini menjalankan uji tuntas komprehensif dengan melibatkan konsultan independen untuk menilai aspek bisnis, keuangan, operasional, investasi, risiko, kepatuhan, hingga hukum. Hasil kajian tersebut menjadi dasar dalam mengidentifikasi potensi masalah lama dan menentukan langkah mitigasi agar tidak membebani entitas hasil konsolidasi. Hexana menjelaskan bahwa penataan portofolio juga menjadi bagian dari evaluasi, dengan opsi tindak lanjut yang akan ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing entitas, hasil kajian, prinsip kehati-hatian, serta persetujuan pemegang saham dan regulator. Baca Juga: IFG Lakukan Penyederhanaan 12 Entitas di Sektor Asuransi dan Penjaminan Dia bilang, konsolidasi ini merupakan inisiatif strategis Danantara Indonesia dengan IFG sebagai koordinator, yang bertujuan memperkuat kapasitas industri, meningkatkan efisiensi, serta memperbaiki tata kelola dan manajemen risiko. Ke depan, konsolidasi ditargetkan menghasilkan delapan entitas utama di sektor asuransi, penjaminan, dan pendukung asuransi, yang diharapkan memiliki skala bisnis lebih besar, permodalan kuat, serta efisiensi biaya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at kontan_co_id