Top·

IHSG Makin Tertekan di Penutupan Sesi I, Anjlok 0,6 Persen ke Level 6.093

IHSG Makin Tertekan di Penutupan Sesi I, Anjlok 0,6 Persen ke Level 6.093

IHSG kembali anjlok 0,6 persen ke level 6.093,5 pada penutupan sesi I Rabu (29/7/2026). Mayoritas sektor melemah, sementara MGNA memimpin top gainers.

IHSG Makin Tertekan di Penutupan Sesi I, Anjlok 0,6 Persen ke Level 6.093 Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah hingga penutupan perdagangan sesi I, Rabu (29/7/2026). Tekanan jual yang terjadi di mayoritas sektor membuat indeks saham gabungan kembali terkoreksi cukup dalam. Pada jeda perdagangan siang, IHSG melemah 36,9 poin atau 0,6 persen ke level 6.093,5. Pelemahan tersebut mencerminkan dominasi saham yang bergerak turun dibandingkan saham yang menguat. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 489 saham tercatat melemah. Sementara itu, hanya 184 saham yang berhasil menguat dan 292 saham lainnya diperdagangkan tanpa mengalami perubahan harga. Di tengah tekanan pasar tersebut, nilai transaksi saham di BEI hingga penutupan sesi I tercatat mencapai Rp16,8 triliun. Mayoritas Sektor IHSG Berada di Zona Merah Pelemahan IHSG pada sesi I Rabu hari ini terjadi seiring tekanan yang melanda hampir seluruh sektor saham di BEI. Dari total sektor yang diperdagangkan, hanya sektor kesehatan yang mampu bertahan di zona hijau. Namun, penguatannya sangat tipis, yakni sebesar 0,02 persen. Sementara itu, sektor properti menjadi sektor dengan penurunan paling dalam pada sesi I, yakni mencapai 2,6 persen. Tekanan berikutnya terjadi pada sejumlah sektor lain dengan pelemahan cukup signifikan. Berikut rinciannya: - Sektor properti: turun 2,6 persen - Sektor infrastruktur: turun 1,5 persen - Sektor perindustrian: turun 1,39 persen - Sektor barang konsumen nonprimer: turun 1,31 persen - Sektor transportasi: turun 0,94 persen - Sektor energi: turun 0,87 persen - Sektor keuangan: turun 0,59 persen - Sektor barang baku: turun 0,36 persen - Sektor teknologi: turun 0,3 persen - Sektor barang konsumen primer: turun 0,12 persen Tekanan di berbagai sektor tersebut membuat laju IHSG semakin sulit untuk berbalik ke zona positif hingga perdagangan sesi I berakhir. BRPT dan MAPI Masih Menguat Meski IHSG terkoreksi, sejumlah saham yang masuk dalam indeks LQ45 masih mampu mencatatkan penguatan. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tercatat naik 1,43 persen. Kemudian saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga menguat sebesar 1,4 persen. Kinerja positif kedua saham tersebut terjadi ketika mayoritas saham justru bergerak melemah pada perdagangan sesi I. Selain saham-saham LQ45 tersebut, beberapa emiten lainnya mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at viva_co_id