Indonesia Jadi Tuan Rumah Turnamen Taekwondo Bergengsi Dunia, 32 Negara Siap Bertarung di Jakarta
Indonesia akan menjadi tuan rumah 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, turnamen bergengsi berstatus World Taekwondo (WT) G2 yang digelar di Indoor Tenni
Indonesia Jadi Tuan Rumah Turnamen Taekwondo Bergengsi Dunia, 32 Negara Siap Bertarung di Jakarta VIVA – Indonesia akan menjadi tuan rumah 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, turnamen bergengsi berstatus World Taekwondo (WT) G2 yang digelar di Indoor Tennis Senayan, Jakarta, pada 1-5 Agustus 2026. Kejuaraan ini dipastikan menghadirkan ratusan atlet dari 32 negara yang akan bersaing memperebutkan medali sekaligus poin penting ranking dunia. Penunjukan Indonesia oleh Asian Taekwondo Union (ATU) dan World Taekwondo (WT) menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kemampuan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dalam menggelar kejuaraan berstandar internasional. Tak hanya diikuti negara-negara kuat Asia seperti Korea Selatan, Jepang, China Taipei, dan Kazakhstan, turnamen ini juga akan dihadiri atlet dari Amerika Serikat, Rusia, Turki, Belanda, Australia, hingga sejumlah negara Afrika dan Amerika Latin. Kehadiran mereka dipastikan membuat persaingan berlangsung ketat sejak hari pertama. Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menegaskan, kepercayaan menjadi tuan rumah harus dijawab dengan penyelenggaraan terbaik sekaligus prestasi atlet Indonesia di atas matras. "Kepercayaan dari Asian Taekwondo Union dan World Taekwondo merupakan kehormatan yang sangat besar. Ini membuktikan Indonesia dipercaya menjadi bagian penting dalam perkembangan taekwondo dunia. Kepercayaan ini bukan hadiah, melainkan hasil kerja panjang membangun reputasi Indonesia di mata taekwondo Asia," ujar Richard. Menurutnya, kejuaraan ini juga menjadi kesempatan emas bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan melawan para atlet elite dunia tanpa harus bertanding ke luar negeri. Selama lima hari penyelenggaraan, nomor Poomsae akan dipertandingkan pada 1-2 Agustus, sedangkan nomor Kyorugi Senior Putra dan Putri digelar pada 3-5 Agustus. Indonesia sendiri akan menurunkan 31 atlet terbaik untuk bersaing memperebutkan gelar juara sekaligus mengumpulkan poin ranking dunia menuju kejuaraan-kejuaraan elite, termasuk Olimpiade.
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at viva_co_id
