Kalimantan Utara Siapkan Konsep Sinergi Kaltara, Dorong UMKM Lokal Masuk Industri Tanah Kuning
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Pelaku-UMKM-di-Kaltara-12112025jpg.jpg)
Pemprov Kaltara menyiapkan konsep Sinergi Kaltara untuk menghubungkan kebutuhan investasi besar, khususnya di kawasan industri Tanah Kuning.
Kalimantan Utara Siapkan Konsep Sinergi Kaltara, Dorong UMKM Lokal Masuk Industri Tanah Kuning Pemprov Kaltara menyiapkan konsep Sinergi Kaltara untuk menghubungkan kebutuhan investasi besar, khususnya di kawasan industri Tanah Kuning. Ringkasan Berita: - Pemprov Kaltara menyiapkan konsep Sinergi Kaltara untuk menghubungkan kebutuhan investasi besar, khususnya di kawasan industri Tanah Kuning, dengan kemampuan 51.840 pelaku UMKM lokal agar tidak hanya menjadi penonton. - Pemprov juga merancang platform yang mempertemukan kebutuhan barang/jasa perusahaan dengan UMKM, sehingga rantai pasok industri bisa dipenuhi oleh pelaku usaha lokal dan perputaran uang investasi bertahan di Kaltara. TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menyiapkan sebuah konsep untuk mempertemukan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan kebutuhan investasi di daerah. Konsep tersebut dinamakan Sinergi Kaltara. Nantinya, program ini diarahkan agar pelaku UMKM lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi berskala besar, khususnya di kawasan industri Tanah Kuning. Sekretaris Provinsi Kaltara, Denny Harianto mengatakan Bumi Benuanta memiliki modal besar untuk membangun keterhubungan antara sektor industri dan UMKM. Salah satunya kawasan industri Tanah Kuning yang memiliki luas sekitar 10.100 hektare serta jumlah UMKM di Kaltara yang mencapai sekitar 51.840 pelaku usaha. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terhubung. Baca juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Malinau Membawa Berkah, Pendapatan UMKM Naik hingga 35 Persen "Permasalahannya ini belum terhubung ke kawasan industri Tanah Kuning. Ini yang harus kita jembatani," kata Denny Harianto kepada TribunKaltara.com, Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, kondisi tersebut berisiko menciptakan enclave economy, yakni pertumbuhan investasi yang besar tetapi manfaat ekonominya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Denny mencontohkan nilai investasi Kaltara yang mengalami peningkatan signifikan dari sekitar Rp11 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp30 triliun hingga Rp39 triliun. Namun, peningkatan tersebut belum sebanding dengan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang menurutnya hanya sekitar 3,2 persen. "Uangnya ke mana? Kami meyakini uang ini larinya ke luar Kaltara. Masih dari Jawa, Sulawesi, mungkin juga dari Kaltim dan sebagainya," ujarnya. Kondisi itu yang ingin diubah Pemprov Kaltara melalui Sinergi Kaltara. Sekprov menegaskan pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh pelaku usaha lokal. "Kawasan industri Tanah Kuning butuh apa, saya punya 51.840 UMKM. Tugas saya dari pemerintah sekarang hadir melakukan intervensi melalui kebijakan," katanya. Salah satu konsep yang tengah disiapkan yakni membangun platform yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan UMKM di Kaltara. | Harga BBM Hari Ini di Kaltara, Sabtu 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Sesuai Janji Bahlil | |---| | Aturan PP 12/2019 Dinilai Membebani, Sekprov Kaltara Usul TPP Dikeluarkan dari Belanja Pegawai | |---| | WFA Tetap Berjalan di Pemprov Kaltara, Sekda Klaim Hemat Operasional Rp400 Juta per Bulan | |---| | Harga BBM di Kaltara Jumat 31 Juli 2026, Kendaraan Antre Isi BBM Subsidi di SPBU | |---| | 13 Lulusan IPDN Angkatan XXXIII Diserahkan ke Pemprov Kaltara, Siap Perkuat Birokrasi | |---|
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at tribunnews
