Business·

KB Bank Kurangi Ketergantungan pada Korean Link, Perbesar Kredit Domestik

KB Bank Kurangi Ketergantungan pada Korean Link, Perbesar Kredit Domestik

Eksposur pembiayaan perusahaan memiliki keterkaitan dengan Korea Selatan (Korean link) saat ini menyumbang 30% dari portofolio kredit wholesale

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) terus memperluas penyaluran kredit ke korporasi domestik seiring strategi diversifikasi portofolio pembiayaan. Meski perusahaan-perusahaan Korea Selatan masih menjadi salah satu kontributor bisnis, porsinya kini tidak lagi mendominasi. Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, eksposur pembiayaan kepada perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Korea Selatan (Korean link) saat ini menyumbang sekitar 30% dari portofolio kredit wholesale. "Korean link juga merupakan sebuah kontributor. Mungkin dari sisi bisnis wholesale sekitar 30% dari exposure kami berasal dari Korean link," ujar Kunardy kepada Kontan, Kamis (16/7/2026). Baca Juga: OK Bank Fokus Garap Korporasi Domestik, Tak Andalkan Perusahaan dari Korea Selatan Menurut dia, portofolio wholesale KB Bank telah terdiversifikasi ke berbagai segmen, mulai dari large corporation, middle market, commercial banking, hingga SME banking. Ia menjelaskan, perusahaan-perusahaan Korea tetap memiliki peran penting, terutama dalam mendukung bisnis treasury dan menjaga stabilitas aset perusahaan. Namun, dari sisi pertumbuhan bisnis, KB Bank kini lebih agresif menggarap perusahaan lokal. "Kami sudah mencoba masuk ke perusahaan lokal. Korporasi lebih besar, kemudian SME juga sedang kami benahi," katanya. Kunardy menambahkan, strategi tersebut dilakukan agar sumber pertumbuhan kredit tidak hanya bergantung pada perusahaan yang berasal dari negara asal pemegang saham pengendali. Sebagai informasi, KB Bank merupakan bank yang dikendalikan KB Kookmin Bank Co., Ltd., bank asal Korea Selatan yang merupakan bagian dari KB Financial Group. Hingga Maret 2026, KB Kookmin Bank menggenggam 66,88% saham atau sekitar 125,66 miliar saham PT Bank KB Indonesia Tbk. Dalam menyalurkan kredit, perusahaan tidak membatasi pembiayaan pada sektor tertentu. Menurut Kunardy, KB Bank saat ini membiayai berbagai sektor, antara lain manufaktur, barang konsumsi (consumer goods), sumber daya alam, farmasi, rumah sakit, logistik, hingga cold chain storage. "Kami lumayan terbuka di banyak bidang," ujarnya. Ke depan, KB Bank juga akan memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem. Menurut Kunardy, pendekatan tersebut tidak hanya melihat debitur utama, tetapi juga seluruh rantai bisnis yang terkait. Sebagai contoh, ketika membiayai rumah sakit, perusahaan juga akan melihat ekosistem pendukung seperti BPJS, pasien, pemasok hingga distributor. Baca Juga: Allo Bank Optimistis Kinerja Tetap Tumbuh Positif hingga Akhir 2026 "Jadi pemberian kredit itu dari korporasi sampai supplier atau distributornya dalam satu ekosistem sehingga lebih terukur dan dapat memperbaiki kualitas kredit," jelasnya. Strategi diversifikasi sektor dan penguatan pembiayaan berbasis ekosistem diharapkan dapat menjaga kualitas aset sekaligus mendukung pertumbuhan kredit yang lebih berkelanjutan. Berdasarkan laporan keuangan Mei 2026, penyaluran kredit KB Bank mencapai Rp 43,52 triliun, meningkat 3,84% secara tahunan dibandingkan posisi Mei 2025 sebesar Rp 41,92 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at kontan_co_id