Top·

Kemarau Belum Usai, Kekeringan Hantam Jawa dan Karhutla Meluas di Sumatra-Kalimantan

Kemarau Belum Usai, Kekeringan Hantam Jawa dan Karhutla Meluas di Sumatra-Kalimantan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Musim kemarau memicu kekeringan di sejumlah wilayah Pulau Jawa, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas di Sumatra dan Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Musim kemarau memicu kekeringan di sejumlah wilayah Pulau Jawa, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas di Sumatra dan Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan warga terdampak kekeringan, sedangkan luas lahan yang terbakar terus bertambah di sejumlah provinsi. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, perkembangan tersebut berdasarkan pemantauan bencana pada periode Selasa (21/7) hingga Rabu (22/7). Di Jawa Barat, kekeringan di Kabupaten Bogor masih berdampak pada 16.291 kepala keluarga atau 52.602 jiwa. BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan air bersih ke Desa Hambalang, Desa Gadog, dan Desa Sukajaya untuk memenuhi kebutuhan warga. Di Jawa Tengah, kekeringan juga masih terjadi di sejumlah daerah. Di Kabupaten Banyumas, bencana tersebut berdampak pada 2.867 kepala keluarga atau 9.002 jiwa, sementara di Kabupaten Cilacap sebanyak 8.154 kepala keluarga atau 27.605 jiwa masih terdampak. “Hingga Senin (20/7), total distribusi air bersih mencapai 60 tangki atau setara 315.000 liter,” kata Abdul mengenai penanganan di Kabupaten Cilacap. Kekeringan juga masih terjadi di Kabupaten Klaten, Sragen, dan Grobogan. Di Klaten, bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 321 tangki atau sekitar 1,605 juta liter, sedangkan di Pemalang distribusi air bersih telah mencapai 81.000 liter. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, kekeringan di Kabupaten Kulon Progo berdampak pada 63 kepala keluarga atau 176 jiwa. Pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. “Selain penyaluran air bersih oleh pemerintah daerah, BNPB juga terus memperkuat upaya mitigasi menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, serta pipanisasi untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan mendukung kebutuhan pertanian di daerah rawan kekeringan,” ujar Abdul. Sementara itu, karhutla masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah. Di Aceh, luas lahan terbakar hingga 21 Juli mencapai 761,68 hektare yang tersebar di 20 kabupaten dan satu kota. Di Sumatera Selatan, luas lahan yang terbakar mencapai 664,87 hektare di 12 kabupaten. Penanganan dilakukan melalui operasi darat, patroli udara, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca. Hingga 20 Juli 2026 tercatat 479 kejadian karhutla di provinsi tersebut. Di Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar mencapai 889,92 hektare atau bertambah sekitar 37,24 hektare dibandingkan sebelumnya. Sementara di Kalimantan Selatan, luas lahan terbakar mencapai 39,4 hektare dan pemerintah provinsi masih menetapkan status Siaga Darurat hingga 31 Agustus 2026. BNPB mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan langkah mitigasi untuk menekan risiko kekeringan maupun karhutla.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at republikain