Kesal Jalan Rusak 25 Tahun Tak Diperbaiki, Warga Pati Ubah Lubang Jalan Jadi Kolam Lele

Aksi unik warga Desa Godo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.(Instagram @pandemictalks) sumutpos.jawapos.com - Aksi protes unik dilakukan warga Desa Godo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki selama puluhan tahun. Lubang besar yang dipenuhi genangan air di tengah jalan disulap menjadi “kolam lele” sebagai sindiran kepada pemerintah daerah. Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (22/7/2026), aksi tersebut dilakukan lantaran warga menilai kerusakan jalan penghubung Kecamatan Winong dan Kecamatan Tambakromo itu sudah berlangsung terlalu lama tanpa perbaikan yang berarti. Jalan berstatus kabupaten tersebut disebut warga mengalami kerusakan selama lebih dari dua dekade, bahkan mencapai sekitar 25 tahun. Salah satu warga, Mukar, mengungkapkan kondisi jalan yang rusak telah lama menjadi persoalan masyarakat. Menurutnya, jalan tersebut menjadi akses penting bagi warga, namun kondisinya justru membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Baca Juga: Polres Langkat Musnahkan Dua Lokasi Diduga Barak Narkoba di Tanjungpura Ketika hujan turun, sejumlah titik jalan berubah menjadi kubangan besar yang dipenuhi air. Sementara pada musim kemarau, debu dari permukaan jalan yang rusak mengganggu aktivitas warga sekitar. Jalan dengan lebar sekitar empat meter itu juga kerap dilalui kendaraan besar seperti truk, sehingga kerusakan semakin parah. Lubang-lubang yang muncul di badan jalan membuat pengendara harus ekstra hati-hati dan tidak jarang memicu kecelakaan. Melalui aksi menjadikan jalan rusak sebagai kolam lele, warga berharap perhatian pemerintah segera tertuju pada kondisi infrastruktur yang mereka alami setiap hari. Selain memasang “kolam” di lubang jalan, warga juga membentangkan spanduk berisi tuntutan agar perbaikan segera dilakukan. Baca Juga: Pegadaian Jalin Kesepakatan dengan Kejari Medan Warga mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, untuk segera merealisasikan janji perbaikan jalan tersebut. Mereka berharap persoalan infrastruktur tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera diwujudkan dalam bentuk pembangunan nyata. Aksi tersebut menjadi simbol kekecewaan warga yang merasa telah terlalu lama menunggu akses jalan yang layak. Bagi masyarakat Desa Godo, jalan bukan hanya sekadar fasilitas umum, tetapi menjadi jalur penting untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari. “Kalau jalan sampai dibuat kolam lele, berarti warga sudah benar-benar kehabisan cara untuk menyampaikan keluhan,” tulis seorang pengguna media sosial. Baca Juga: Didakwa Rugikan Riau Pos Rp56,9 Miliar, Rida K Liamsi Tolak Restorative Justice “Semoga ini bukan hanya jadi berita viral, tapi benar-benar ada tindak lanjut. Jalan bagus itu kebutuhan masyarakat,” komentar pengguna lainnya. “25 tahun bukan waktu yang sebentar. Warga cuma ingin jalan yang aman untuk dilewati,” ujar netizen lain.(lin)
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at sumutpos_jawapos
