Kongres Anak Kota Kediri 2026, Mbak Wali Jadikan Suara Anak Acuan Pembangunan

Kongres Anak Kota Kediri 2026, Mbak Wali Jadikan Suara Anak Acuan Pembangunan . 👇 Kongres Anak Kota Kediri 2026 menjadi wadah aspirasi 120 anak. Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan suara anak akan menjadi referensi pembangunan daerah. -- Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE #beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp
Ringkasan Berita Kongres Anak Kota Kediri 2026 diikuti sekitar 120 anak di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri. Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan suara anak akan menjadi acuan penyusunan dan evaluasi program pembangunan daerah. Anak-anak didorong menyampaikan aspirasi terkait perundungan, kesehatan mental, ruang bermain, keamanan, hingga penggunaan media sosial. Hasil Suara Anak Kota Kediri 2026 akan dipelajari dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari pembangunan Kota Kediri yang lebih ramah anak. Kediri (beritajatim.com) – Kongres Anak Kota Kediri 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kediri untuk memperkuat partisipasi anak dalam pembangunan daerah. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati atau Mbak Wali menegaskan, suara dan rekomendasi yang disampaikan anak-anak tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi akan dijadikan salah satu referensi dalam penyusunan hingga evaluasi program pembangunan. Hal itu disampaikan Mbak Wali saat memberikan arahan dalam Kongres Anak Kota Kediri 2026 yang digelar di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 anak dari berbagai unsur Forum Anak dan perwakilan sekolah. “Tahun ini, Hari Anak Nasional mengusung tema Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan. Tema ini mengingatkan kita bahwa membangun masa depan bangsa tidak cukup hanya dengan memberikan pendidikan yang baik, tetapi juga memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta mendapatkan hak-haknya secara utuh,” ujarnya. Menurut Vinanda, pemenuhan hak anak harus diiringi dengan evaluasi dan umpan balik secara berkala dari anak-anak mengenai hak yang telah mereka rasakan maupun yang masih perlu dipenuhi. Karena itu, Kongres Anak Kota Kediri 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan anak, pendamping, guru, dan Pemerintah Kota Kediri untuk membahas berbagai isu yang dihadapi anak beserta solusi yang dapat diwujudkan bersama. Ia menegaskan, kongres tersebut bukan sekadar agenda tahunan ataupun kegiatan seremonial. Forum itu merupakan ruang partisipasi yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menyampaikan suara, gagasan, dan harapan kepada pemerintah daerah. “Karena sesungguhnya, anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan. Anak juga merupakan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk didengar pendapatnya sebagaimana diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak maupun peraturan perundang-undangan di Indonesia,” jelasnya. Mbak Wali juga mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka rasakan selama tumbuh dan berkembang di Kota Kediri. Mulai dari perundungan di sekolah, keamanan ruang publik, penggunaan media sosial, kesehatan mental, ketersediaan ruang bermain, lingkungan belajar, hingga persoalan lainnya. “Sampaikan ide-ide terbaik dan rekomendasi yang menurut kalian perlu dilakukan pemerintah agar Kota Kediri benar-benar menjadi kota yang semakin ramah, aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh anak. Saya percaya, dari forum ini akan lahir banyak gagasan luar biasa yang mungkin selama ini belum terpikirkan oleh orang dewasa,” ajaknya. Wali kota termuda tersebut berharap hasil Kongres Anak Kota Kediri 2026 tidak berhenti sebagai dokumen hasil diskusi. Menurutnya, Suara Anak Kota Kediri Tahun 2026 harus dipelajari, ditindaklanjuti, dan dijadikan salah satu referensi dalam penyusunan, evaluasi, serta pelaksanaan program pembangunan daerah. Vinanda menambahkan, memberikan ruang partisipasi kepada anak merupakan bentuk penghormatan terhadap hak mereka sebagai warga negara. Karena itu, setiap anak di Kota Kediri berhak memperoleh lingkungan yang aman, ruang tumbuh yang sehat, fasilitas yang memadai, serta kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DP3AP2KB Kota Kediri dr. Muhammad Fajri, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Anak Kota Kediri, serta tamu undangan lainnya. [nm/but]
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at beritajatim
