Korwil SPPG Pastikan 15 Dapur Makan Bergizi Gratis di Nunukan Tetap Beroperasi
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260801_-Asisten-II-Setkab-Nunukan-Juni-Mardiansyah.jpg)
15 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Nunukan dan seluruhnya masih melayani program MBG seperti biasa
Korwil SPPG Pastikan 15 Dapur Makan Bergizi Gratis di Nunukan Tetap Beroperasi 15 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Nunukan dan seluruhnya masih melayani program MBG seperti biasa Ringkasan Berita: - Koordinator Wilayah SPPG Nunukan memastikan 15 dapur program Makan Bergizi Gratis tetap beroperasi normal. - Kepala Badan Gizi Nasional mengumumkan penutupan permanen 833 dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia. - Fitra Diani menyatakan belum menerima surat resmi terkait penutupan operasional SPPG di Kabupaten Nunukan. - SPPG 5 yang sempat ditutup karena kendala sanitasi kini telah kembali beroperasi melayani program. TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Nunukan memastikan belum ada dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Nunukan yang terdampak kebijakan penutupan permanen SPPG. Kepastian tersebut disampaikan menyusul pengumuman Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang menyatakan sebanyak 833 dapur MBG di berbagai daerah resmi dihentikan operasionalnya secara permanen. Pengumuman itu disampaikan Sudaryono dalam wawancara bersama media nasional pada Senin (27/7/2026). Ia menegaskan penghentian operasional ratusan dapur MBG tersebut bukan lagi bersifat sementara, melainkan permanen. Baca juga: Kisah Relawan PMI Nunukan Dampingi WNI Deportasi, Jadi Pelukan Pertama Saat Pulang ke Indonesia Menanggapi informasi tersebut, Korwil SPPG Kabupaten Nunukan, Fitra Diani, mengatakan hingga Sabtu (1/8/2026), pihaknya belum menerima surat resmi terkait kebijakan terbaru dari BGN. "Sampai hari ini di Nunukan belum terdampak," kata Fitra kepada TribunKaltara.com, Sabtu, (1/8/2026). Ia menjelaskan, saat ini terdapat 15 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Nunukan dan seluruhnya masih melayani program MBG seperti biasa. "Di Nunukan SPPG yang beroperasi ada 15. Termasuk SPPG 5 yang sempat ditutup karena dianggap belum memenuhi persyaratan wajib, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sekarang sudah kembali beroperasi, ujarnya. Dengan belum adanya surat resmi dari pemerintah pusat, operasional seluruh SPPG di Kabupaten Nunukan masih berjalan normal. Sebelumnya, beredar informasi mengenai penutupan permanen 833 dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Pulau Kalimantan. Namun hingga kini, Kabupaten Nunukan dipastikan belum masuk dalam daftar wilayah yang terdampak kebijakan tersebut. Korwil SPPG Nunukan menyatakan akan menunggu arahan resmi dari Badan Gizi Nasional apabila terdapat kebijakan lanjutan terkait operasional dapur MBG di daerah. (*) | Apresiasi Nasional untuk Bulungan, PGM Award 2026 Soroti Komitmen Tingkatkan Mutu Guru Madrasah | |---| | Kisah Relawan PMI Nunukan Dampingi WNI Deportasi, Jadi Pelukan Pertama Saat Pulang ke Indonesia | |---| | GM PLN UID Kaltimra Turun Awasi Pemeliharaan Jaringan Listrik di Tarakan, Keselamatan Jadi Prioritas | |---| | Pemutakhiran Data Disabilitas di Kaltara Dimulai, Ini Tujuannya bagi Penyandang Disabilitas | |---| | BP3MI Kaltara Sambut 64 PMI Deportasi dari Malaysia, Ini Tahapan Pemulangannya | |---|
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at kaltim_tribunnews
