Kuasai Bahasa Inggris dan Mandarin, Bekal Siswi SMA Semen Padang Menuju Kampus Dunia

Nayla Irza Ramadhani, lulusan SMA Semen Padang, mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri. (Ilustrasi AI) PADEK.JAWAPOS.COM – Kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu bekal utama yang dipersiapkan Nayla Irza Ramadhani untuk mengejar pendidikan di perguruan tinggi luar negeri. Lulusan SMA Semen Padang Tahun Pelajaran 2025/2026 itu secara konsisten mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin sebagai bagian dari persiapannya memasuki lingkungan akademik internasional. Bekal tersebut melengkapi pencapaian akademiknya yang membawanya diterima di sejumlah perguruan tinggi bergengsi di Indonesia serta mengikuti proses seleksi di Monash University, Australia, dan The University of Hong Kong. Nayla mengatakan, kemampuan bahasa asing tidak hanya diperlukan untuk memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga menjadi modal penting dalam memperoleh informasi, membangun komunikasi, dan beradaptasi ketika belajar di negara lain. "Saat ini saya mempelajari dan menguasai dua bahasa asing, yaitu bahasa Inggris dan Mandarin," ujar Nayla. Ia mengaku mulai menyiapkan berbagai persyaratan sejak masih duduk di bangku SMA. Selain menjaga prestasi akademik, Nayla juga mempersiapkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris atau IELTS sebagai bagian dari proses pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri. Menurutnya, persiapan tersebut dilakukan bersama dukungan kedua orang tua yang aktif membantu mencari informasi mengenai kampus, agen pendidikan, peluang beasiswa, hingga dokumen yang dibutuhkan selama proses pendaftaran. Bahasa Asing Membuka Lebih Banyak Peluang Bagi Nayla, kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin memberikan keuntungan ketika mencari informasi mengenai pendidikan internasional. Penguasaan dua bahasa tersebut juga menjadi pertimbangan ketika memilih tujuan studi. Ia mengaku tertarik melanjutkan pendidikan di Monash University karena lokasinya yang relatif dekat dengan Indonesia. Selain itu, The University of Hong Kong juga menjadi pilihan karena berada di kawasan Asia dan sesuai dengan kemampuan bahasa yang telah dipelajarinya. "Saya memilih Monash University karena merupakan universitas yang bagus di Australia. Australia juga dekat dengan Indonesia. Jadi, saya tidak terlalu takut untuk pergi sendiri dibandingkan harus kuliah ke kawasan yang lebih jauh seperti Eropa atau Amerika. Begitu juga dengan The University of Hong Kong yang masih berada di kawasan Asia, dan di samping itu saya juga sudah menguasai bahasa Mandarin," katanya. Kemampuan bahasa asing tersebut menjadi pelengkap dari prestasi akademik Nayla yang mencatatkan rata-rata nilai rapor 94 dan secara konsisten berada di kelompok lima besar selama menempuh pendidikan di SMA Semen Padang. Berani Mencari Informasi dan Terus Belajar Nayla berharap semakin banyak pelajar yang berani mencoba melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Menurutnya, peluang tersebut terbuka melalui berbagai program beasiswa yang tersedia. Ia berpesan agar siswa tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan lain yang dapat mendukung proses seleksi, termasuk kemampuan berbahasa asing. "Jangan takut mencari informasi dan jangan takut kuliah di luar negeri. Banyak program beasiswa yang dapat diikuti. Namun, kita juga harus memperbanyak keterampilan di luar sekolah, terutama kemampuan berbahasa asing," ujarnya. Kepala SMA Semen Padang, Moethia Varina Oemar, menyampaikan bahwa prestasi Nayla menunjukkan pentingnya kerja keras, disiplin, dan semangat belajar dalam membuka kesempatan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, sekolah akan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, pembentukan karakter, serta pengembangan potensi akademik dan nonakademik agar peserta didik memiliki kesiapan menghadapi persaingan global.(*)
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at padek_jawapos
