LeBron James Tinggalkan Lakers, Shareef O'Neal Tegas Sebut Gelar NBA 2020 Jadi yang Paling Sulit Diraih

LeBron James tinggalkan Lakers, Shareef O'Neal tegas sebut gelar NBA 2020 Bubble paling sulit diraih dengan penuh tantangan pandemi Covid-19.
LeBron James (Istimewa) JawaPos.com - Perdebatan mengenai gelar juara NBA 2020 yang diraih Los Angeles Lakers kembali mencuat setelah LeBron James resmi meninggalkan tim dan bergabung dengan Philadelphia 76ers pada bursa transfer musim panas 2026. Di tengah munculnya kembali kritik terhadap gelar yang diraih di era pandemi COVID-19 itu, Shareef O'Neal tampil memberikan pembelaan. Putra legenda NBA Shaquille O'Neal tersebut menilai gelar yang dimenangkan Lakers di dalam sistem NBA Bubble justru merupakan salah satu pencapaian paling berat dalam sejarah kompetisi. Menurutnya, banyak orang meremehkan gelar tersebut karena tidak memahami bagaimana sulitnya bermain dalam situasi yang sama sekali berbeda dari musim normal. Pernyataan itu disampaikan Shareef saat menghadiri Fanatics Fest 2026 di New York. Dalam sesi wawancara bersama kreator konten basket Nick Knows Ball, ia diminta menyebut satu opini tentang basket yang akan terus ia pertahankan. Tanpa berpikir lama, Shareef langsung menjawab bahwa gelar NBA 2020 adalah cincin juara paling sulit untuk diraih. "Gelar di Bubble adalah gelar yang paling sulit dimenangkan," ujar Shareef. Lakers merebut gelar NBA 2020 setelah liga melanjutkan kompetisi di kompleks Walt Disney World, Orlando, Florida. Saat itu seluruh pertandingan digelar tanpa penonton, tanpa perjalanan tandang, dan tanpa keuntungan bermain di kandang karena pandemi COVID-19.. Meski berhasil mengakhiri penantian panjang Lakers menjadi juara, gelar tersebut hingga kini masih sering mendapat cibiran. Sebagian penggemar basket bahkan menjulukinya sebagai Mickey Mouse ring, sebutan yang menganggap keberhasilan Lakers tidak memiliki tingkat kesulitan seperti musim-musim lainnya. Shareef memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, kondisi tanpa penonton justru membuat pertandingan berjalan lebih murni karena seluruh pemain hanya fokus pada permainan. "Orang-orang yang tidak pernah bermain basket menyebutnya Mickey Mouse ring. Padahal ketika pemain NBA bermain tanpa penonton, tanpa gangguan, hanya mereka dan permainan, itulah basket terbaik yang bisa ditampilkan," katanya. Ia menjelaskan bahwa suasana di dalam bubble menyerupai pertandingan latihan tertutup yang biasa dijalani para pemain profesional saat jeda kompetisi. Dalam situasi seperti itu, kemampuan individu dan kualitas permainan benar-benar diuji tanpa adanya tekanan atmosfer arena. Shareef juga menilai faktor arena ikut memengaruhi kualitas permainan. Menurutnya, latar belakang tembok di belakang ring membuat pemain lebih mudah menentukan arah tembakan dibanding bermain di arena besar yang dipenuhi ribuan penonton. Meski begitu, ia menegaskan kondisi tersebut berlaku sama bagi seluruh tim. Tidak ada satu klub pun yang memperoleh keuntungan karena semua peserta bermain dalam lingkungan dan aturan yang identik. Pembelaan Shareef kemudian berubah menjadi candaan ketika ia mengatakan siap "bertarung" jika ada yang terus meremehkan gelar Lakers tersebut. "Saya akan terus membela gelar Bubble itu. Kalau ada yang mau berdebat soal itu, saya siap saja," ucapnya sambil tertawa. Ketika pewawancara bercanda bahwa mungkin ada orang di Fanatics Fest yang akan menyebut gelar itu palsu, Shareef kembali melontarkan gurauan. "Kalau ada yang bilang begitu, mungkin saya bakal diusir dari Fanatics Fest karena membela gelar itu," ujarnya. Ucapan tersebut memang disampaikan dengan nada bercanda. Namun, hal itu menunjukkan bahwa Shareef benar-benar menaruh respek terhadap perjuangan para pemain yang tampil pada musim penuh tantangan akibat pandemi. Kepergian LeBron James ke Philadelphia 76ers membuat pencapaiannya bersama Lakers kembali menjadi bahan perbincangan. Selama delapan musim membela tim asal Los Angeles itu, LeBron mempersembahkan gelar NBA 2020, membawa Lakers ke Final Wilayah Barat 2023, serta memenangkan NBA In-Season Tournament. Perdebatan mengenai nilai gelar Bubble kemungkinan masih akan terus berlangsung. Namun bagi Shareef O'Neal, tidak ada alasan untuk meremehkan pencapaian tersebut karena seluruh tim harus menghadapi tantangan yang sama dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at jawapos
