Lifestyle·

Lindungi anak sekolah agama, Kemenag perkuat implementasi Gernas RANA

Lindungi anak sekolah agama, Kemenag perkuat implementasi Gernas RANA

Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan melalui Gerakan Nasional ...

Melalui Gernas RANA, kami ingin memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang, dalam lingkungan yang aman serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) lewat Aplikasi Manajemen Aduan Anti Kekerasan (AMAN) sebagai kanal pelaporan dugaan kekerasan. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar dalam keterangan di Jakarta, Senin, menjelaskan setiap anak berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Karena itu, lanjutnya, Kemenag terus mendorong hadirnya sistem perlindungan anak yang lebih responsif dan berpihak pada kepentingan anak. "Melalui Gernas RANA, kami ingin memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang, dalam lingkungan yang aman serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan," katanya. Baca juga: Wamenag: Gernas RANA wujudkan ruang aman bagi anak dari perundungan Thobib menjelaskan aplikasi AMAN dapat diakses melalui https://aman.kemenag.go.id/. Aplikasi tersebut menjadi sarana bagi santri, siswa, orang tua, pendidik, maupun masyarakat untuk melaporkan dugaan kekerasan fisik, seksual, maupun digital di lingkungan pendidikan. Ia menuturkan setiap laporan yang masuk akan ditangani secara profesional dengan mengedepankan perlindungan korban, menjaga kerahasiaan pelapor, serta memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain menyediakan kanal pengaduan, Kemenag memperkuat perlindungan anak melalui berbagai kebijakan, antara lain melalui penguatan regulasi, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, pengembangan lingkungan belajar ramah anak, serta penanganan kasus secara adil dan berorientasi pada pemulihan korban. Baca juga: Wujudkan lingkungan ramah anak,HAN 2026 momentum penguatan Gernas RANA Thobib mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menciptakan ruang belajar yang bebas dari kekerasan. Menurutnya, partisipasi publik menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman bagi anak. "Satu laporan dapat menyelamatkan banyak anak. Karena itu jangan ragu memanfaatkan kanal pengaduan apabila mengetahui atau mengalami dugaan kekerasan. Bersama-sama kita wujudkan ruang belajar yang aman, penuh kasih, dan melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berakhlak, dan bermartabat," ucap Thobib Al Asyhar. Baca juga: Kemenag minta orang tua santri laporkan jika terjadi tindak kekerasan Pewarta: Sean Filo Muhamad Editor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2026

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at antaranews