Marinus Gea: Program Koperasi Desa Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Anggota-DPR-RI-Marinus-Gea-Dukung-Kepulauan-Nias-Jadi-Provinsi-Baru.jpg)
Marinus mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas KDMP
Marinus Gea: Program Koperasi Desa Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat Marinus mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas KDMP Ringkasan Berita: - Marinus Gea meminta pemerintah mengevaluasi Program Koperasi Desa Merah Putih di Papua. - Ia menilai kebijakan nasional harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan ekonomi daerah. - Sejumlah layanan, seperti distribusi LPG 3 kg, dinilai belum sesuai kebutuhan masyarakat pedalaman. - Evaluasi diharapkan membuat program lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat WARTAKOTALiVE.COM, JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Papua agar pelaksanaannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Menurut Marinus, kebijakan nasional tidak bisa diterapkan dengan pendekatan yang sama di seluruh daerah, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan sosial ekonomi berbeda seperti Papua. Hal itu disampaikan Marinus usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XIII DPR RI di Mimika, Papua Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua memaparkan sejumlah kendala dalam implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih. Marinus menilai beberapa layanan yang disiapkan dalam program tersebut belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan masyarakat. Baca juga: Paparkan Disertasi, Marinus Gea Dorong Komitmen Keberlanjutan Lingkungan bagi Perusahaan Indonesia Salah satunya distribusi LPG 3 kilogram yang dinilai sulit diterapkan di sejumlah kampung pedalaman karena keterbatasan akses dan rendahnya kebutuhan masyarakat. "Papua memiliki tantangan geografis yang berbeda. Selain itu, tingkat ekonomi dan daya beli masyarakat juga masih terbatas. Karena itu, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih harus benar-benar memberi manfaat, bukan sekadar hadir sebagai program nasional," kata Marinus melalui pesan tertulis, Rabu (29/7/2026). Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan pembangunan koperasi tidak boleh hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat memanfaatkan layanan yang tersedia. Menurutnya, apabila koperasi telah dibangun tetapi masyarakat tidak memiliki daya beli maupun akses untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, maka tujuan program tidak akan tercapai secara optimal. Baca juga: Marinus Gea Luncurkan Otobiografi, Kisah Anak Petani Karet yang Kini Berkiprah di Senayan Marinus mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas Program Koperasi Desa Merah Putih di Papua sebelum memperluas implementasinya ke daerah lain. Ia menilai evaluasi diperlukan agar penggunaan anggaran negara lebih efektif dan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Program pemerintah harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Jangan sampai pembangunan menjadi mubazir karena tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Anggaran negara harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya. Marinus berharap hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyempurnaan kebijakan agar Program Koperasi Desa Merah Putih mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur. . | PERFIKI Luncurkan Bioskop Rakyat, Tiket Nonton Cuma Rp10 Ribu | |---| | Dikabulkannya Gugatan MBG Disebut Buat DPR RI dan Menteri Pendidikan Malu | |---| | Tak Cuma Seragam dan Buku, Orangtua Diingatkan Lindungi Anak dari DBD Jelang Masuk Sekolah | |---| | Berawal dari Kandang Bebek, Rumah Koran Ubah Desa Sejahtera Astra Kanreapia Jadi Sentra Sayuran | |---| | Anthon Sihombing Desak DPR Usut Penggunaan Kapal Berbendera Asing di Perairan Indonesia | |---|
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at wartakota
