Top·

Mayoritas warga Jakpus dalam kondisi kesehatan baik dari hasil CKG

Mayoritas warga Jakpus dalam kondisi kesehatan baik dari hasil CKG

Hasil pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jakarta Pusat menunjukkan mayoritas masyarakat yang mengikuti ...

Jakarta (ANTARA) - Hasil pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jakarta Pusat menunjukkan mayoritas masyarakat yang mengikuti skrining memiliki kondisi kesehatan yang baik berdasarkan sejumlah indikator pemeriksaan. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Ilmi Tri Indiarto mengatakan hasil skrining terhadap 274.925 warga menunjukkan sebanyak 61,53 persen peserta memiliki tekanan darah normal. "Untuk hasil CKG, sebagian besar masyarakat memiliki kondisi kesehatan yang baik," kata Ilmi kepada ANTARA di Jakarta, Kamis. Ilmi mengungkapkan dari aspek aktivitas fisik, sebanyak 64,3 persen peserta tercatat memiliki aktivitas fisik yang cukup. Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT), sebanyak 35,62 persen peserta berada pada kategori berat badan normal. Meski demikian, hasil skrining juga menemukan sejumlah faktor risiko penyakit tidak menular yang masih perlu mendapat perhatian. Sebanyak 18,46 persen peserta berada pada kategori prehipertensi, 14,55 persen mengalami tekanan darah meningkat, 21,44 persen tergolong kelebihan berat badan (overweight), dan 24,94 persen masuk kategori obesitas tingkat I. Pada pemeriksaan gula darah sewaktu, sebanyak 94,27 persen peserta juga memiliki kadar gula darah dalam kategori normal. Sementara itu, 3,2 persen peserta teridentifikasi berada pada kondisi pradiabetes sehingga memerlukan pemantauan dan penerapan pola hidup sehat untuk mencegah berkembang menjadi diabetes. Lebih lanjut, Ilmi mengatakan hasil CKG menjadi dasar bagi puskesmas untuk memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi mengenai pola makan sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Menurut dia, skrining kesehatan secara berkala penting dilakukan agar masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan faktor risiko maupun penyakit tertentu. "Jika terdapat temuan saat CKG, langsung ditindaklanjuti oleh petugas puskesmas yang bertugas. Seperti peserta yang terindikasi diabetes melitus diberikan terapi langsung dengan diberi obat, jika butuh rujukan akan dibuatkan rujukan," ujarnya. Baca juga: Cakupan CKG Jakarta Pusat capai 274.925 warga Baca juga: CKG di Jaktim terintegrasi dengan skrining TBC Baca juga: Sudinkes: 23,14 persen penduduk Jakarta Barat telah akses CKG Baca juga: Pemkot Jaktim perluas layanan jemput bola CKG ke sekolah dan komunitas Pewarta: Adimas Raditya Fahky P Editor: Mentari Dwi Gayati Copyright © ANTARA 2026

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at antaranews