Politics·

Meksiko tolak penahanan migran oleh AS saat pemeriksaan lalu lintas

Meksiko tolak penahanan migran oleh AS saat pemeriksaan lalu lintas

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada hari Kamis menolak permintaan terbaru dari Presiden AS Donald Trump untuk ...

Mexico City (ANTARA) - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada hari Kamis menolak permintaan terbaru dari Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan penahanan imigran saat pemeriksaan lalu lintas. Dalam konferensi pers hariannya, Sheinbaum mengatakan saat ini belum ada pertemuan atau pembicaraan melalui telepon dengan Trump yang direncanakan. Namun, dia menambahkan bahwa pada waktu yang tepat, dirinya akan menyinggung soal kematian belasan warga negara Meksiko selama operasi Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement/ICE) serta di pusat-pusat penahanan. Dia menyerukan penghormatan terhadap hak asasi manusia para migran dan mengatakan bahwa harus dibedakan antara orang-orang yang memiliki catatan kriminal dan mereka yang menghadapi masalah administratif terkait status imigrasi mereka. "Jika seseorang telah melakukan tindak pidana, orang tersebut harus menjalani proses hukum. Namun, status keimigrasian yang tidak sah tidak boleh diperlakukan sebagai tindak pidana," ujar Sheinbaum. Dia menambahkan bahwa deportasi yang dilakukan karena alasan keimigrasian harus tetap menghormati hak asasi manusia. Sheinbaum juga mengonfirmasi bahwa seorang warga negara Meksiko yang tewas dalam sebuah operasi imigrasi setelah tertabrak truk saat berusaha melarikan diri telah berhasil diidentifikasi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Dia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Meksiko Roberto Velasco telah berbicara dengan Duta Besar AS untuk Meksiko Ronald Johnson dan sejumlah pejabat Departemen Luar Negeri lainnya mengenai langkah-langkah hukum yang diambil Meksiko serta alasan di baliknya. Pewarta: Xinhua Editor: Imam Budilaksono Copyright © ANTARA 2026

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at antaranews