Politics·

Menteri Dody Respons Isu Judol Pegawai Buat Alihkan Viral Surat Dinas

Menteri Dody Respons Isu Judol Pegawai Buat Alihkan Viral Surat Dinas

Menteri Dody merespons soal anggapan yang menyebut dirinya sengaja mengalihkan sorotan atas bocornya surat perjalanan dinas dengan isu judol pegawainya.

Menteri Dody Respons Isu Judol Pegawai Buat Alihkan Viral Surat Dinas Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan klarifikasi terkait anggapan yang beredar di media sosial yang menyebut dirinya sengaja mengalihkan sorotan surat perjalanan dinas yang bocor dengan isu transaksi judi online (judol) pegawainya. Meski tak membantah secara langsung, Dody menyebutkan ia bukan penggiat media sosial, sehingga tak pernah mengetahui isu yang beredar, terutama mengenai dirinya. Ia mengatakan data transaksi judol pegawainya disampaikan karena memang mendapatkan laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Gini-gini, kalau data dari PPATK tuh real. Saya secara resmi dan tidak resmi, tidak resmi itu maksudnya Pak Ivan (PPATK) itu menyerahkan data ke saya itu kan gak resmi, tapi saya resmi ada surat resmi itu dari Kepala PPATK kepada saya untuk menyerahkan data itu, memang ada 6.300-an dari yang judol," ujar Dody dalam bincang media di kantornya, Rabu (22/7). Menurut Dody, laporan itu harus disampaikan untuk mencegah terjadinya korupsi diberbagai proyek Kementerian PU. Hal ini lantaran semua yang terindikasi judol adalah pegawai eselon IV ke bawah, termasuk para CPNS. "Teman-teman ini bermain judol sampai ratusan juta, itu uangnya dari mana itu yang kita takutkan. Basically begini, kita tidak mau uang rakyat itu dipakai yang tidak pada tempatnya," jelasnya. Sementara itu, untuk periode transaksi yang terindikasi, ia menyebutkan belum mengetahui dengan detail. Oleh karena itu belum bisa menjelaskan dengan rinci. "Kalau menurut saya pribadi sih, di (periode menteri) sebelumnya dan hari ini pasti ada (judol), mungkin yang datang ke saya (data) 2024-2026. Saya nggak ingat lah tapi itu kan sesuatu yang berulang aja dan karena belum pernah ditindak lagi secara serius oleh kami-kami di sini sehingga kemudian ya seolah-olah ada pembiaran," pungkasnya. (ldy/sfr) Add as a preferredsource on Google

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at cnnindonesia