Menteri Dody Sapa Siswa Dan Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat Di Semarang

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dody menyapa para siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus memastikan fasilitas pendidikan dan asrama berfungsi optimal. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi wujud kehadiran negara dalam memuliakan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dody mengatakan, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ...
Dark/Light Mode BREAKINGNEWS Menteri Dody Sapa Siswa Dan Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat Di Semarang Sabtu, 18 Juli 2026 22:01 WIB RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dody menyapa para siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus memastikan fasilitas pendidikan dan asrama berfungsi optimal. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi wujud kehadiran negara dalam memuliakan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dody mengatakan, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. "Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera," kata Dody. Di sela peninjauan, Menteri Dody meluangkan waktu berinteraksi dengan para siswa. Ia melayani permintaan tanda tangan pada kartu pengenal mereka, berbincang dengan para peserta didik, serta meninjau kegiatan makan siang di kantin untuk memastikan fasilitas yang tersedia mendukung kebutuhan siswa. Tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang menerima 263 peserta didik baru yang terdiri atas 89 siswa SD, 87 siswa SMP, dan 87 siswa SMA. Kehadiran Menteri Dody menjadi pengalaman tersendiri bagi para siswa yang baru memulai kehidupan di sekolah berasrama tersebut. Selain meninjau proses pembelajaran, Dody juga mengecek kondisi bangunan dan fasilitas penunjang. Secara umum ia menilai kualitas pembangunan sekolah sudah sangat baik, namun meminta pengelola memperhatikan aspek kebersihan dengan menyediakan tempat sampah di setiap kamar mandi. "Bagus kok, secara kualitas bangunan lebih bagus. Yang penting seperti biasa lah, minta tolong pengelola untuk menyediakan bak sampah di kamar mandi karena tanpa bak sampah repot loh, anak-anak biasa buangnya sembarangan di kamar mandi. Takutnya kebuntu drainasenya. Tapi secara overall saya lihat tempat cuci air juga mengalir langsung ke drainasenya," ujarnya. Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan konsep kawasan pendidikan terpadu berasrama dan memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa. Kawasan tersebut dilengkapi ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama, masjid, gedung ibadah, serta sarana olahraga seperti lapangan mini soccer dan voli. Untuk menunjang operasional, Kementerian PU juga membangun infrastruktur pendukung berupa layanan air bersih dari jaringan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dengan kapasitas dua liter per detik serta sistem drainase berbasis kolam retensi. Sementara penyempurnaan koneksi saluran drainase ke sistem kota akan terus dikoordinasikan bersama Pemerintah Daerah. Tags : Berita Lainnya
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at rm_id
