Misteri Mendalam! Penasihat Ahli Kapolri Sebut Polisi Diancam Jika Tak Periksa Febrie soal Sutrimo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Polisi-Dalami-Keterangan-Ajudan-Febrie-dalam-Kasus-Kematian-Sutrimo.jpg)
Penasihat Ahli Kapolri Aryanto Sutadi menilai eks Jampidsus Febrie Adriansyah wajib diperiksa terkait kematian Karumganya, Sutrimo.
Misteri Mendalam! Penasihat Ahli Kapolri Sebut Polisi Diancam Jika Tak Periksa Febrie soal Sutrimo Penasihat Ahli Kapolri Aryanto Sutadi menilai eks Jampidsus Febrie Adriansyah wajib diperiksa terkait kematian Karumganya, Sutrimo. Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. TRIBUNWOW.COM - Penasihat Ahli Kapolri, Aryanto Sutadi, menilai mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah, sudah seharusnya diperiksa terkait kematian Kepala Rumah Tangganya (Karumga), Sutrimo. Sutrimo ditemukan tewas di depan klinik kecantikan yang terbengkalai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Klinik itu hanya berjarak sekitar 450 meter dari rumah Febrie. Aryanto menilai, Febrie memang harus diperiksa sebab Sutrimo merupakan orang yang bekerja dengannya. Menurutnya, apabila Sutrimo hanya orang biasa yang tak terkait Febrie, maka dipastikan pria lulusan Universitas Jambi itu tak perlu diperiksa. "Ya sudah pasti dong (Febrie harus diperiksa) menurut saya. Kalau Sutrimo itu bukan orang dikenal, tidak masalah karena nggak jadi pertanyaan," kata Aryanto dalam tayangan KompasTV, Sabtu (1/8/2026), dikutip Tribunnews.com. "Tapi, ini orang sangat terkenal (bekerja di rumah Febrie), otomatis orang dekat situ (termasuk Febrie) diperiksa," imbuhnya. Terlebih, lanjut Aryanto, Febrie saat ini ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ia menyebut, sudah pasti Sutrimo akan menjadi saksi utama dalam kasus Febrie selaku statusnya sebagai Karumga. "Sudah pasti (Sutrimo menjadi saksi utama) karena dia yang ada di rumahnya (Febrie)," ujar Aryanto. Karena itu, kematian Sutrimo menimbulkan spekulasi korban sengaja "dihilangkan" untuk menghambat penyelidikan kasus Febrie. Atas hal itu, Aryanto pun menyinggung kemungkinan adanya ancaman terhadap institusi Polri jika Febrie tak diperiksa terkait kematian Sutrimo. "Sekarang kemudian (Sutrimo) meninggal, kan publik langsung menuding-nuding gitu aja, (Sutrimo sengaja) dihilangkan," katanya. "Kalau (Febrie) tidak (diperiksa), itu berarti polisinya (bisa saja) diancam atau disogok sehingga tidak melakukan tindakan ke sana (memeriksa Febrie)," tutur dia. | Misteri Mendalam! Penasihat Ahli Kapolri Sebut Polisi Diancam Jika Tak Periksa Febrie soal Sutrimo | |---| | Terbukti Pungli Terstruktur di Pos Poncol, Dishub Kota Bekasi Rekomendasikan PTDH 5 Oknum Petugas | |---| | HABIS LUDES! KPK Sita Fortuner dan Moge: Rumah Tersangka Kasus Bupati Pemalang Digeledah Tiga Jam | |---| | Sambutan Hangat Warga NTT ke Jokowi meski Tak Menjabat, Ketua PSI Sebut Ikatan Pemimpin & Rakyat | |---| | Alasan Mal Besar Mendadak Dipasangi Pagar Tinggi 3 Meter, Ini Penjelasan Pakuwon dan Mendag | |---|
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at tribunnews
