MUI bantu rehabilitasi masjid dan rumah korban bencana Aceh Tamiang

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan bantuan rehabilitasi untuk Masjid Salman Al-Farisi serta bantuan hibah dan ...
Banda Aceh (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan bantuan rehabilitasi untuk Masjid Salman Al-Farisi serta bantuan hibah dan program rehabilitasi rumah warga yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis. Bantuan tersebut diserahkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Nusron Wahid yang sekaligus menjabat Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI. Penyerahan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban amanah pengelolaan dana umat. "Bahwa kedatangan perwakilan MUI pusat dan rombongan bertujuan untuk menyerahkan titipan bantuan yang dihimpun melalui kerja sama MUI, MPU Aceh, serta dukungan para donatur lembaga filantropi," kata Nusron Wahid di sela-sela penyerahan bantuan. Selain bantuan rehabilitasi terdampak bencana, dalam kesempatan itu Nusron Wahid ikut menyerahkan sertifikat tanah elektronik wakaf untuk Masjid Salman Al-Farisi. Dalam program ini, kata Nusron, MUI mengalokasikan bantuan pembangunan masjid di tiga wilayah terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Subang, dengan nilai masing-masing mencapai Rp2 miliar. Baca juga: Mentan: Rp801 miliar disiapkan untuk pertanian dan perkebunan Sumut Khusus untuk Aceh, bantuan dialokasikan untuk pembangunan Masjid Salman Al-Farisi di Kecamatan Manyak Payed secara bertahap. Untuk awal, dana segar sebesar Rp500 juta, dan selanjutnya bakal disesuaikan dengan perkembangan pembangunan di lapangan. Selain bantuan masjid, MUI juga menargetkan program rehabilitasi bagi 500 unit rumah warga terdampak banjir di tiga provinsi, dan Aceh terbanyak. "Dari total sasaran tersebut, Aceh terbanyak yaitu 200 unit rumah, mengingat wilayah ini mengalami dampak bencana paling parah. Sedangkan untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing memperoleh alokasi 150 unit rumah," ujarnya. Bantuan rehabilitasi rumah ditetapkan sebesar Rp30 juta per unit, setara dengan standar bantuan rehabilitasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Sasaran prioritas penerima bantuan meliputi masyarakat yang berprofesi sebagai guru daya, guru madrasah, serta guru mengaji. Seleksi dan verifikasi data calon penerima akan dikoordinasikan langsung oleh pengurus MPU setempat," katanya. Baca juga: Kemenag dan DPR serahkan Rp15,4 miliar bantuan kebencanaan untuk Aceh Disisi lain, Nusron mengaku telah mendapat laporan bahwa Pemda Aceh Tamiang fokus pada tiga tahapan utama pemulihan yakni, penyediaan lahan hunian tetap (Huntap). Di mana, lahan seluas 179 hektare telah siap 100 persen untuk pembangunan 4.159 unit hunian tetap bagi warga terdampak. Kemudian, penerbitan sertifikat tanah dan rumah yang rusak atau hilang akibat banjir terus berjalan. "Yang ketiga, konsolidasi tanah penanganan pemulihan lahan pertanian dan perkebunan warga seluas lebih dari 70.000 hektare yang rusak atau tertimbun lumpur akibat banjir," tegas Nusron Wahid. Sementara itu, Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Salman Al-Farisi, Muhammad Yusuf, mengonfirmasi penerimaan bantuan tahap awal sebesar Rp500 juta dari total komitmen Rp2 miliar untuk penuntasan renovasi masjid. Selain bantuan dana, masjid besar tingkat Kecamatan Manyak Payed ini juga menerima sertifikat elektronik tanah wakaf dari pemerintah dalam hal ini Kementerian ATR/BPN. Masjid Salman Al-Farisi berdiri di atas lahan seluas 800 meter persegi dengan bangunan utama berukuran 45 x 45 meter. Proses renovasi masjid telah berjalan selama tiga tahun dari target penyelesaian 10 tahun. "Selama tiga tahun direnovasi telah menghabiskan anggaran sekitar Rp5 miliar yang bersumber dari pemerintah daerah dan swadaya masyarakat," demikian M Yusuf. Baca juga: Kemensos pastikan kesiapan dana Rp1 triliun untuk Aceh, Sumut, Sumbar Pewarta: Rahmat Fajri Editor: Bernadus Tokan Copyright © ANTARA 2026
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at antaranews
