Top·

Optimalkan Potensi Ekonomi Daerah Bagi Pengusaha Lokal, Asprindo Rombak Pengurus DPW Sulsel

Optimalkan Potensi Ekonomi Daerah Bagi Pengusaha Lokal, Asprindo Rombak Pengurus DPW Sulsel

Jose menegaskan bahwa kini sudah saatnya para pengusaha Asprindo turun ke sawah, ke laut, hingga ke pabrik, demi menjemput berbagai peluang kolaborasi dengan pemerintah.

Optimalkan Potensi Ekonomi Daerah Bagi Pengusaha Lokal, Asprindo Rombak Pengurus DPW Sulsel Jakarta, VIVA – Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) resmi melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2025-2030. Ketua Umum DPP Asprindo, Jose Rizal menjelaskan, kepengurusan baru DPW Sulsel ini merupakan hasil perombakan pengurus dan penggantian Ketua DPW Sulsel, yang meninggal dunia pada Maret 2026 lalu. Menurutnya, pergantian kepengurusan DPW Sulses ini menjadi penting. Hal itu mengingat bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, capaian itu merupakan bukti bahwa Sulsel merupakan salah satu dapur ekonomi Indonesia, dimana pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2025 mencapai 5,32 persen atau di atas rata-rata angka nasional. Bahkan, ekspor Sulsel menembus angka US$2,1 miliar, yang didominasi nikel, rumput laut, kakao, dan perikanan. Sementara UMKM Sulsel tercatat sebanyak 1,2 juta unit, dan mampu menyerap 70 persen tenaga kerja. "Artinya apa? Dapur ekonomi Indonesia, salah satunya ada di Sulsel. Tapi pertanyaannya, berapa persen dari US$2,1 miliar itu yang masuk ke kantong pengusaha bumiputera?" kata Jose dalam keterangannya, Selasa, 21 Juli 2026. "Pertanyaannya, seberapa besar kontribusi dan hasil ekonomi tersebut masuk ke kantong pengusaha Asprindo?” ujarnya. Pelantikan pengurus menurut Jose bukan sekadar seremoni. Ini adalah deklarasi perang ekonomi, perang melawan kemiskinan, dan perang melawan mental ‘cukup jadi makelar'. Karenanya, Dia menegaskan bahwa sudah saatnya para pengusaha Asprindo turun ke sawah, ke laut, hingga ke pabrik, demi menjemput berbagai peluang kolaborasi dengan pemerintah. Jose juga menyerukan agar pengusaha Bumiputera memaksimalkan sumber daya, melalui pembangunan Kampung Industri. Asprindo ditegaskannya juga harus membangun ekosistem tempur, dengan bekerja sama dan menyatukan sumber daya yang dimiliki. Dia juga mengingatkan pentingnya membangun kapasitas melalui teknologi, modal, dan branding, agar produk-produk Aspirndo termasuk UMKM bisa menembus pasar internasional. Karenanya, Jose pun memberikan amanah kepada para pengurus DPW Sulsel yang baru dilantik, yakni pertama bahwa mereka bisa menguasai sumber daya lokal. "Sulsel punya 6 komoditas, emas, nikel, rumput laut, perikanan, kakao, dan pariwisata bahari. Jangan lagi jual mentah. Kita bikin pabrik. Kita bikin Kampung Industri. 1 Desa 1 Produk Juara. Dari bahan baku Takalar, diolah di Makassar, dijual ke dunia," ujar Jose.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at viva_co_id