Crime·

Pemkab Banyumas Tunggu Hasil Investigasi Tribun Ambruk Drift Fest

Pemkab Banyumas Tunggu Hasil Investigasi Tribun Ambruk Drift Fest

Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o

Harianjogja.com, PURWOKERTO Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama kepolisian terus melakukan penanganan pascaambruknya tribun VIP saat gelaran Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Minggu (26/7/2026). Hingga kini, penyebab pasti insiden yang mengakibatkan puluhan penonton menjadi korban masih dalam proses penyelidikan.Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pemerintah daerah masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Polresta Banyumas. Menurutnya, aparat kepolisian telah membentuk tim khusus untuk mengusut penyebab ambruknya tribun."Tim satu tentunya dari Polres akan melakukan investigasi. Sudah dilakukan dan belum selesai. Jadi, nanti kesimpulannya apa, menunggu hasil dari Polres," kata Sadewo di Purwokerto, Senin (27/7/2026).Selain tim investigasi dari kepolisian, pemerintah daerah juga membentuk tim kedua yang melibatkan penyelenggara acara untuk fokus menangani para korban.Langkah tersebut dilakukan agar proses penyelidikan dan penanganan korban dapat berjalan bersamaan. Pemerintah daerah menegaskan keselamatan dan pemulihan korban menjadi prioritas utama setelah kejadian tersebut.Untuk mendukung proses penyidikan, area tribun yang ambruk kini telah dipasangi garis polisi. Lokasi tersebut masih menjadi bagian dari pemeriksaan yang dilakukan aparat guna mengetahui penyebab runtuhnya konstruksi tribun VIP.Sementara itu, jumlah korban terdampak terus mengalami pembaruan. Jika sebelumnya dilaporkan sebanyak 75 orang, hasil pendataan terbaru menunjukkan jumlah korban mencapai sekitar 90 orang.Menurut Sadewo, angka tersebut masih bersifat sementara karena proses verifikasi masih berlangsung. Pemerintah daerah masih mencocokkan data korban yang telah diperbolehkan pulang, korban yang masih menjalani rawat inap, maupun mereka yang masih berada dalam tahap observasi.Kondisi korban juga beragam. Sebagian mengalami luka ringan dan pingsan, sementara beberapa lainnya dilaporkan mengalami patah tulang akibat insiden tersebut.Di antara korban terdapat seorang ibu hamil dengan usia kandungan delapan bulan. Namun pemerintah memastikan kondisi ibu maupun janin dalam keadaan aman setelah mendapatkan penanganan medis.Sadewo mengatakan dirinya bersama pihak penyelenggara telah mendatangi sejumlah rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban sekaligus memberikan dukungan langsung kepada keluarga.Kunjungan dilakukan ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, Unit Geriatri RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, RS Ananda, RS Dadi Keluarga, RS Wiradadi Husada, RS Orthopaedi, RS Sinar Kasih, RS JIH Purwokerto, hingga RSUD Banyumas.Khusus korban yang dirawat di RSUD Banyumas, komunikasi dilakukan melalui panggilan video karena kunjungan berlangsung hingga larut malam."Semua saya kunjungi satu per satu dan saya mengajak pihak penyelenggara. Mereka bertanggung jawab dan cukup kooperatif," ujar Sadewo.Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan akan terus mendampingi para korban hingga proses pemulihan selesai. Di sisi lain, hasil investigasi kepolisian diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang pada kegiatan publik di masa mendatang."Yang jelas tidak ada yang menghendaki ini terjadi. Namanya musibah," kata Sadewo.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at harianjogja