Top·

Penampakan Sungai Ciliwung di Sempur Bogor yang Airnya Surut Akibat Kemarau, Warga Belum Terdampak

Penampakan Sungai Ciliwung di Sempur Bogor yang Airnya Surut Akibat Kemarau, Warga Belum Terdampak

aliran Sungai Ciliwung yang menyusut di Sempur ini mulai terlihat dari atas Jembatan di Jalan Jalak Harupat.

Penampakan Sungai Ciliwung di Sempur Bogor yang Airnya Surut Akibat Kemarau, Warga Belum Terdampak aliran Sungai Ciliwung yang menyusut di Sempur ini mulai terlihat dari atas Jembatan di Jalan Jalak Harupat. Ringkasan Berita: - Debit Sungai Ciliwung di kawasan Sempur, Kota Bogor, menyusut akibat musim kemarau, sehingga bebatuan di dasar sungai mulai terlihat. - Meski aliran sungai berkurang, warga Kelurahan Sempur belum mengalami krisis air bersih. - BPBD Kota Bogor telah menyalurkan 8.000 liter air bersih ke wilayah lain yang terdampak kekeringan, seperti Kedung Halang dan Bubulak. Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Musim kemarau masig terus terjadi di Kota Bogor. Aliran Sungai Ciliwung di wilayah Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, kian menyusut. Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (16/7/2026) pukul 09.15 WIB, aliran Sungai Ciliwung yang menyusut di Sempur ini mulai terlihat dari atas Jembatan di Jalan Jalak Harupat. Batu-batuan yang berada di dasar sungai terlihat jelas. Aliran yang menyusut ini ternyata sampai ke wilayah Sempur Kaler atau sekira ratusan meter dari Jembatan Jalak Harupat. Di titik ini, kondisinya serupa yakni aliran air menyusut dan bebatuan terlihat jelas. Beberapa titik memang masih terlihat aliran airnya namun tidak sederas biasanya. Sampah-sampah menyangkut diujung batu. "Kalau untuk aliran air akibat kemarau ini memang sudah semakin menyusut," kata Lurah Sempur Mugya Mulyawan kepada TribunnewsBogor.com. Meski begitu, tidak ada warga Sempur yang kekeringan. "Alhamdulillah kalau untuk warga kelurahan sampai saat ini alhamdulillah tidak ada dampak nya. Alhamdulillah aman," ujarnya. Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, BPBD Kota Bogor sudah menyalurkan air bersih ke beberapa wilayah mulai dari Kedung Halang, Bogor Utara sampai ke Bubulak Bogor Barat. Untuk Bubulak, 300 orang jiwa atau 90 KK kekurangan air bersih. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, kekeringan ini diakibatkan oleh berkurangnya air sumur. "Di wilayah yang terdampak, warga mayoritas menggunakan air sumur tanah. Sehingga saat mengering, air bersih kurang," kata Dimas Tiko dalam keterangannya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (14/7/2026). Warga kesulitan air bersih dan BPBD langsung menyalurkan air bersih. Sebanyak 8.000 liter air bersih dikirim ke warga yang terdampak dan warga langsung menampungnya menggunakan galon serta ember. | Dukung Semangat Olahraga Warga, Pemkot Bogor Sulap Fasilitas GOR Pajajaran Jadi Lebih Lengkap | |---| | Jenal Mutaqin Minta Dishub Lakukan Pengadaan CCTV yang Dipasang di Halte Biskita Transpakuan Bogor | |---| | Korban Terdampak Kekeringan di Kabupaten Bogor Tembus 42.691 Jiwa, Tersebar di 29 Desa | |---| | Nasib Miris Warga Kabupaten Bogor Berebut Air Bersih Karena Kekeringan, Ada yang Pulang Tak Kebagian | |---| | Upayakan Seni Bogor Mendunia, Jenal Mutaqin Kenalkan Wayang Hihid ke Siswa Sesko TNI Mancanegara | |---|

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at tribunnews