Presiden Kolombia akan ke Kuba sebagai solidaritas tolak ancaman AS

Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Jumat (31/7) mengatakan bahwa dirinya akan melakukan perjalanan ke Kuba untuk ...
Bogota (ANTARA) - Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Jumat (31/7) mengatakan bahwa dirinya akan melakukan perjalanan ke Kuba untuk menyatakan penentangan terhadap apa yang dia gambarkan sebagai ancaman intervensi militer Amerika Serikat (AS) baru-baru ini terhadap pulau tersebut. "Saat ini ada pembicaraan mengenai invasi dan rudal terhadap pulau Kuba," tulis Petro di platform X. Ia menyatakan Kuba telah melatih 2.000 dokter Kolombia; membantu mantan presiden Juan Manuel Santos mencapai perdamaian dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (Revolutionary Armed Forces of Colombia/FARC); serta menyelamatkan ribuan orang di seluruh dunia dengan vaksin COVID-19 miliknya. Petro mengatakan bahwa baik rudal maupun invasi, ataupun blokade bukanlah solusi terhadap masalah-masalah yang sedang dihadapi umat manusia saat ini. "Saya ingin, dari Kuba, menentang perang di Karibia," katanya. Ia menambahkan bahwa rudal-rudal yang digunakan di Karibia terhadap para pelaku perdagangan narkoba telah menewaskan rakyat sipil dan, sebagaimana telah dikonfirmasi oleh badan-badan intelijen AS, sama sekali tidak berguna. Petro mengatakan bahwa 261 orang tewas dalam serangan rudal tersebut, termasuk sekitar 50 warga Kolombia. Petro diperkirakan tiba di Havana pada Jumat untuk kunjungan resminya yang ketiga ke Kuba, setelah melakukan perjalanan ke negara tersebut pada Juni dan September 2023. Pewarta: Xinhua Editor: Hanni Sofia Copyright © ANTARA 2026
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at antaranews
