Business·

Produksi 64 Persen, Pemkab Bogor Genjot Swasembada Beras Lewat Penyediaan Mesin Penggiling Gabah

Produksi 64 Persen, Pemkab Bogor Genjot Swasembada Beras Lewat Penyediaan Mesin Penggiling Gabah

Pasalnya, produksi beras dari petani Kabupaten Bogor saat ini baru mampu 329.000 ton beras per tahun

Produksi 64 Persen, Pemkab Bogor Genjot Swasembada Beras Lewat Penyediaan Mesin Penggiling Gabah Pasalnya, produksi beras dari petani Kabupaten Bogor saat ini baru mampu 329.000 ton beras per tahun Ringkasan Berita: - Produksi beras Kabupaten Bogor baru memenuhi sekitar 64 persen kebutuhan masyarakat, sehingga masih mengalami kekurangan pasokan. - Pemkab Bogor akan menyiapkan mesin penggiling gabah (RMU) di sejumlah sentra pertanian untuk meningkatkan produksi beras lokal. - Selama ini kekurangan beras ditutupi dari Bulog dan pasokan daerah lain, meski sebagian gabahnya berasal dari petani Kabupaten Bogor. Laporan Wartawan TribunnewsaBogor.com, Muamarrudin Irfani TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya meningkatkan produksi beras lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Pasalnya, produksi beras dari petani Kabupaten Bogor saat ini baru mampu 329.000 ton beras per tahun, sementara kebutuhannya mencapai sekitar 526.078 ton per tahun. Kondisi tersebut membuat Kabupaten Bogor masih mengalami defisit pasokan beras lokal karena baru tercukupi 64,30 persen kebutuhan. Pemerintah daerah pun terus berupaya meningkatkan produksi beras lokal guna mewujudkan swasembada beras di Kabupaten Bogor. Kini, Pemkab Bogor pun mendorong penyediaan Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggiling gabah menjadi beras untuk memperkuat rantai produksi dan distribusi beras lokal. "RMU nanti disediakan untuk skala besar dan disediakan di sentra produksi beras seperti di Kecamatan Tanjungsari, Cariu, Jonggol maupun Sukamakmur," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Andri Hadian, Sabtu (1/7/2026). Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan tersebut selama ini kekurangan pasokan ditutupi oleh stok beras milik Bulog maupun pasokan dari sejumlah daerah lain. Namun, kata dia, beras yang didatangkan dari daerah lain tidak selalu berasal dari petani di wilayah tersebut. Menurutnya sebagian pasokan beras dari Karawang yang ternyata berasal dari gabah petani Kabupaten Bogor. Gabah tersebut dibeli, kemudian digiling dan dikemas dengan merek tertentu sebelum kembali dijual ke wilayah Kabupaten Bogor. "Bukan karena harga yang lebih tinggi atau apa, tapi karena dari Karawang mungkin lebih dekat untuk jalur distribusinya," katanya. Nantinya, keberadaan RMU di wilayah sentra produksi diharapkan dapat memangkas rantai distribusi gabah hingga menjadi beras. Dengan demikian, hasil pertanian tidak perlu terlebih dahulu dibawa ke daerah lain untuk diproses. | Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Pemkab Bogor Targetkan 13 Ribu Rutilahu Diperbaiki Tahun 2026 | |---| | Alami Kekeringan, SDN 05 Lulut Bakal Dibuatkan Sumur Bor oleh Pemkab Bogor | |---| | Fasilitasi Masyarakat, Pemkab Bogor Gelar Nobar Timnas Indonesia Vs Kamboja di Alun-alun | |---| | Ajak Dukung Timnas di Piala AFF 2026, Pemkab Bogor Imbau Penonton Jaga Kebersihan Stadion Pakansari | |---| | Tindak Lanjuti Rekomendasi KPPU, Pemkab Bogor Sanksi 5 ASN Anggota Pokja Terkait Korupsi RSUD Parung | |---|

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at tribunnews