Puncak Diguyur Hujan Semalam, Ketinggian Bendung Katulampa Masih 0 Cm

Meski Puncak Bogor diguyur hujan, tinggi air Bendung Katulampa masih 0 cm. Debit Sungai Ciliwung tetap rendah dan status di bawah normal.
Puncak Diguyur Hujan Semalam, Ketinggian Bendung Katulampa Masih 0 Cm Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:09 WIBBogor, Beritasatu.com - Hujan yang sempat mengguyur kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/7/2026) malam belum mampu meningkatkan tinggi muka air Bendung Katulampa. Hingga Sabtu (18/7/2026) pagi, ketinggian air di Bendung Katulampa masih tercatat 0 sentimeter (cm) atau berada pada kondisi di bawah normal. Petugas Bendungan Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan debit Sungai Ciliwung yang berhulu di kawasan Puncak masih sangat rendah meskipun hujan sempat turun dengan intensitas sedang. "Ketinggian Bendung Katulampa hingga pagi ini masih 0 cm. Dengan kondisi ini, status Bendung Katulampa masih di bawah normal," ujar Alwan, Sabtu (18/7/2026). Menurut Alwan, kondisi tinggi muka air yang berada di angka 0 cm telah berlangsung sekitar 3 hari terakhir. Rendahnya debit air dipengaruhi minimnya curah hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung selama sepekan terakhir. "Sudah seminggu terakhir ini kawasan Puncak tidak hujan, jadi ketinggian air turun titik 0 cm," ungkap Alwan. Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang sempat mengguyur kawasan Puncak selama kurang lebih 30 menit pada Jumat malam. Namun, hujan tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan debit air Sungai Ciliwung maupun tinggi muka air Bendung Katulampa. "Mungkin karena sudah seminggu kering, jadi belum berpengaruh," lanjutnya. Meski tinggi muka air Bendung Katulampa berada di angka 0 cm, aliran Sungai Ciliwung masih memiliki debit sekitar 4.000 liter per detik. Oleh karena itu, petugas tetap menjalankan pola pengaturan debit air sesuai prosedur operasional. Sebanyak 3.450 liter per detik dialirkan ke anak Sungai Kalibaru, sedangkan sisa debit dimanfaatkan untuk penggelontoran ke Sungai Ciliwung guna menjaga aliran air tetap mengalir. "Pada prinsipnya, sungai tidak boleh mati. Penggelontoran dilakukan untuk menjaga ekosistem sungai," lanjutnya. Bendung Katulampa menjadi salah satu lokasi pemantauan penting untuk memonitor kondisi debit Sungai Ciliwung yang mengalir hingga wilayah Jakarta. Perubahan tinggi muka air di bendung tersebut kerap menjadi indikator awal potensi peningkatan debit air di wilayah hilir. BERITA LAINNYA B-FILES
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at beritasatu
