Business·

Rencana Bisnis 360 Triliun Rupiah FIFA Picu Perlawanan, UEFA: “Sepak Bola Bukan untuk Dijual”

Rencana Bisnis 360 Triliun Rupiah FIFA Picu Perlawanan, UEFA: “Sepak Bola Bukan untuk Dijual”

FIFA berencana menawarkan kepemilikan hingga 20 persen kepada investor eksternal.

Rencana Bisnis 360 Triliun Rupiah FIFA Picu Perlawanan, UEFA: “Sepak Bola Bukan untuk Dijual” 📅 Kamis, 30 Jul 2026, 00:02 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraZURICH — Rencana besar FIFA membuka pintu bagi investor swasta untuk mengelola bisnis Piala Dunia dan berbagai kompetisi lainnya langsung memicu gelombang penolakan dari sejumlah kekuatan utama sepak bola dunia. FIFA pada hari Selasa (28/7) mengumumkan rencana membentuk anak perusahaan dengan nilai sekitar 20 miliar dollar AS atau 359,9 triliun rupiah. Dalam struktur tersebut, FIFA berencana menawarkan kepemilikan hingga 20 persen kepada investor eksternal. Alih-alih mendapat sambutan positif, proposal itu justru memunculkan pertanyaan serius mengenai transparansi, tata kelola dan masa depan pengelolaan sepak bola internasional. UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras bereaksi. Badan sepak bola Eropa tersebut menilai langkah FIFA telah melewati batas yang seharusnya tidak pernah dilampaui institusi pengelola sepak bola. “Ini melewati batas yang seharusnya tidak pernah dilampaui oleh institusi pengelola sepak bola. UEFA menanggapinya dengan sangat serius. Begitu pula seharusnya setiap asosiasi sepak bola nasional,” demikian pernyataan UEFA. Sebaiknya Anda baca juga: UEFA juga mengingatkan bahwa persoalan ini bukan hanya menyangkut federasi, tetapi seluruh ekosistem sepak bola, mulai dari liga, klub, pemain, suporter hingga pemerintah. “Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperjualbelikan, terutama ketika tidak ada transparansi mengenai siapa yang memperoleh keuntungan secara finansial. Tak satu pun dari kita adalah pemilik sepak bola. Sepak bola bukan milik FIFA untuk dijual.” Federasi Anggota Merasa Dilewati Sebaiknya Anda baca juga: Kekhawatiran serupa disampaikan CONCACAF. Konfederasi sepak bola Amerika Utara, Tengah dan Karibia itu mengaku kecewa karena proposal FIFA telah dirancang dan dipublikasikan sebelum pembahasan dilakukan bersama badan-badan tata kelola serta para pemangku kepentingan terkait. “Sebagai pemimpin dalam sepak bola, kami adalah penjaga olahraga ini. FIFA, konfederasi dan setiap asosiasi anggota memiliki tanggung jawab untuk selalu bertindak demi kepentingan terbaik olahraga,” kata CONCACAF. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga meminta FIFA memberikan informasi lengkap sebelum proposal tersebut diproses lebih jauh. AFC menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus memperoleh informasi memadai dan waktu yang cukup untuk menilai dampak proposal, termasuk dari aspek tata kelola, hukum, komersial dan strategi. “Proses seperti ini sangat penting untuk memastikan setiap keputusan mencerminkan kepentingan kolektif komunitas sepak bola dunia dan memperkuat kepercayaan terhadap kerangka tata kelola FIFA,” demikian pernyataan AFC. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) bahkan mengaku sama sekali tidak mengetahui rencana tersebut. Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda. - Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas). - Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page". Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at koran_jakarta