Review JETOUR T2: SUV Bergaya Off-Road Klasik yang Nyaman Diajak Bertualang bersama Keluarga

Review Jetour T2 setelah menempuh perjalanan sekitar 300 km dari Bogor ke Ciwidey dan Bandung. SUV bergaya boxy ini menawarkan tenaga besar, kabin nyaman, serta fitur X Drive untuk berbagai kondisi jalan.
BACK TO NATURE: Jetour T2 saat difoto di area perkebunan teh yang terletak di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com) JawaPos.com - Pemandangan pegunungan, jalan berliku, tanjakan curam, hingga jalur rusak selalu menjadi medan yang tepat untuk menguji kemampuan sebuah SUV. Rute seperti ini sekaligus menunjukkan apakah sebuah kendaraan benar-benar mampu memberikan rasa percaya diri kepada pengemudi dan kenyamanan bagi seluruh penumpang selama perjalanan jauh. Pengujian itu dilakukan menggunakan mobil SUV JETOUR T2 dalam perjalanan dari Bogor menuju Ciwidey, Kabupaten Bandung, hingga Kota Bandung. Total jarak yang ditempuh dalam petualangan bersama keluarga itu sekitar 300 kilometer sekali jalan, melintasi kemacetan perkotaan, jalan tol, tanjakan pegunungan, hamparan perkebunan teh, hingga jalur dengan permukaan aspal yang rusak. Sejak pertama melihatnya, JETOUR T2 langsung menghadirkan aura SUV petualang. Siluet bodinya dibuat mengotak atau boxy, mengingatkan pada mobil-mobil off-road klasik. Di bagian belakang terdapat kompartemen penyimpanan berbentuk menyerupai ban serep atau "konde", meski berfungsi sebagai ruang penyimpanan tambahan. Detail tersebut membuat tampilannya semakin gagah dan maskulin. Masuk ke dalam kabin, suasana modern langsung terasa. Posisi duduk tinggi memberikan visibilitas luas ke depan, sementara ruang kabin terasa lega sehingga perjalanan jauh tidak cepat melelahkan. Perjalanan dimulai dari Kota Bogor dengan kondisi lalu lintas padat. Pada situasi stop and go seperti itu, konsumsi bahan bakar berada di kisaran 1 liter untuk 10 kilometer. Begitu memasuki jalan tol menuju Bandung, karakter mesin mulai terasa. Akselerasi berlangsung spontan dan tenaga terus mengalir hingga kecepatan tinggi. Saat melaju konstan di jalan bebas hambatan, konsumsi bahan bakar meningkat menjadi sekitar 13 kilometer per liter. Memasuki kota Bandung, jalanan macet kembali ditemui. Namun, saat mulai masuk di kawasan Ciwidey, karakter jalan berubah drastis. Tanjakan panjang dan tikungan rapat menjadi menu utama sebelum mencapai kawasan wisata Kawah Putih. Pada kondisi seperti ini konsumsi bahan bakar turun menjadi sekitar 8 kilometer per liter, sesuatu yang masih cukup wajar mengingat beban kerja mesin meningkat saat terus menanjak. Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa 'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk! Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa? Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi? Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at jawapos
