Politics·

Sarwendah Bongkar Bukti Gak Pernah Pesugihan di Gunung Kawi

Sarwendah Bongkar Bukti Gak Pernah Pesugihan di Gunung Kawi

Isu yang mengaitkan Sarwendah dengan praktik pesugihan di Gunung Kawi kembali menjadi sorotan publik setelah beredar potongan video wawancara seorang juru kunci di medsos

Sarwendah Bongkar Bukti Gak Pernah Pesugihan di Gunung Kawi VIVA – Isu yang mengaitkan Sarwendah dengan praktik pesugihan di Gunung Kawi kembali menjadi sorotan publik setelah beredar potongan video wawancara seorang juru kunci di media sosial. Rumor tersebut berkembang liar hingga memunculkan berbagai tudingan terhadap mantan istri Ruben Onsu itu. Namun, Sarwendah akhirnya angkat bicara dan membantah seluruh tuduhan tersebut. Sarwendah menegaskan bahwa kabar dirinya datang ke Gunung Kawi untuk melakukan ritual pesugihan sama sekali tidak benar. Ia bahkan mengaku memiliki bukti yang menunjukkan tujuan kedatangannya ke lokasi tersebut semata-mata untuk kepentingan proses syuting sebuah program. Sarwendah mengungkapkan bahwa dokumentasi mengenai kegiatan tersebut memang ada, meski tidak seluruhnya dapat diakses secara bebas oleh publik. Ia mengaku punya beberapa unggahan di media sosial terdahulu yang dikirim oleh fans, di mana Sarwendah memberikan informasi soal teaser konten di Gunung Kawi. "Di YouTube nggak ada, karena itu tiket berbayar. Tapi, ada fans-fans yang ngirimin aku bukti-bukti. Aku waktu itu sempat posting sebenarnya kayak teaser itu di medsos. Teasernya ada," ungkap Sarwendah, mengutip video YouTube Denny Sumargo, Kamis 30 Juli 2026. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan atas berbagai spekulasi yang menyebut kedatangannya ke Gunung Kawi dilakukan secara diam-diam untuk menjalani ritual tertentu. Menurut Sarwendah, jejak digital berupa teaser hingga dokumentasi syuting menjadi bukti bahwa aktivitasnya di lokasi tersebut berkaitan dengan produksi konten. Sarwendah juga membeberkan secara rinci apa saja yang dilakukan selama berada di kawasan Gunung Kawi. Ia mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mengikuti tata krama dan adat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat dan pengelola lokasi wisata religi tersebut. Menurutnya, sebelum memulai proses pengambilan gambar, rombongan diminta meminta izin sesuai tradisi yang berlaku di lokasi. "Jadi pas datang kita disuruh kayak matur nuhun, izin. Jadi ada adat di situ yang harus dilakukan, harus makan nasi kuning bareng-bareng sama kru," jelas Sarwendah. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan bagian dari ritual mistis, melainkan bentuk penghormatan kepada adat dan budaya setempat sebelum melakukan aktivitas syuting.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at viva_co_id