Top·

Sekolah Lansia Pertama di Bulang

Sekolah Lansia Pertama di Bulang

Beberapa lansia sedang menampilkan Shalawat Busyro untuk membuka peluncuran Sekolah Lansia Tok Dalang dan Opah di Pulau Buluh Batam, Kepri, Kamis (30/7/2026). ANTARA/Amandine Nadja batampos – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam meluncurkan Sekolah Lansia "Tok Dalang dan Opah" di Kelurahan Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Program ini menjadi sekolah lansia pertama di Kecamatan Bulang dan diharapkan dapat diperluas ke seluruh kelurahan di wilayah tersebut. Camat Bulang Borhan mengatakan sekolah lansia tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah bagi para lansia untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, dan tetap aktif dalam kehidupan bermasyarakat. "Kami mengajak para atok dan opah memanfaatkan sekolah lansia ini untuk berinteraksi dan belajar. Alhamdulillah sekolah ini menjadi yang pertama di Kecamatan Bulang dan Insya Allah akan kami kembangkan ke kelurahan-kelurahan lainnya," ujar Borhan, Kamis (30/7). Menurutnya, pembentukan sekolah lansia merupakan respons terhadap meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di kawasan pulau penyangga Batam. Keberadaan sekolah ini diharapkan mampu menjaga kualitas hidup lansia sekaligus memberikan ruang pembelajaran agar mereka tetap berdaya dan memiliki peran di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Baca Juga: Imigrasi Tanjungpinang Kenalkan POLTEKIMIPAS kepada Siswa SMA, Dorong Minat Masuk Sekolah Kedinasan Diikuti 30 Lansia Selama 12 Bulan Sebanyak 30 peserta mengikuti angkatan pertama Sekolah Lansia Tok Dalang dan Opah, terdiri dari 13 laki-laki dan 17 perempuan yang seluruhnya berasal dari Kelurahan Pulau Buluh. Selama 12 bulan, para peserta akan mengikuti berbagai materi pembelajaran, antara lain: Kesehatan lansia Gizi dan pola hidup sehat Kebugaran fisik Kesehatan mental dan spiritual Pencegahan penyakit Peran lansia dalam keluarga Kemandirian Aktivitas sosial Pengembangan keterampilan "Harapannya memberikan manfaat, terutama bagaimana mereka tetap menjaga kesehatannya. Masyarakat kami di Kecamatan Bulang, meskipun berada di wilayah pulau, tetap menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan Batam," kata Borhan. Ia memperkirakan jumlah lansia di Kecamatan Bulang mencapai sekitar 300 orang, atau sekitar 10 persen dari total penduduk di wilayah tersebut. Bagian dari Program BKKBN Kepala Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Humala Lubis, mengatakan sekolah lansia merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok lanjut usia. "Panjang umur saja tidak cukup. Lansia juga harus sehat, mandiri, aktif, produktif, dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri," ujarnya. Menurut Humala, hingga Juli 2026 telah terbentuk 28 sekolah lansia di berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Riau. Salah seorang peserta, Sariman, mengaku antusias mengikuti program tersebut karena ingin menambah pengetahuan mengenai kesehatan. "Sebagai lansia saya ikut saja. Harapannya kegiatan ini bermanfaat karena kami merasa diperhatikan oleh pemerintah," katanya. Selain melalui Sekolah Lansia, Pemkot Batam juga terus memperkuat perlindungan sosial bagi warga lanjut usia. Saat ini sekitar 4.000 lansia yang masuk kategori desil 1 hingga 5 menerima bantuan sosial sebesar Rp400 ribu per bulan sebagai dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. (*)

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at batampos_jawapos