Studi Ungkap Pengguna AI Lebih Sulit Mengingat Materi Belajar

Penggunaan AI secara berlebihan justru dapat membuat pengguna lebih sulit mengingat materi yang telah dipelajari.
JAKARTA, iNews.id – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin banyak dimanfaatkan pelajar dan mahasiswa untuk membantu menyelesaikan tugas maupun memahami materi pelajaran. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkap penggunaan AI secara berlebihan justru dapat membuat pengguna lebih sulit mengingat materi yang telah dipelajari. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Social Sciences & Humanities Open Volume 12 (2025) yang diterbitkan Elsevier melalui penelitian berjudul ChatGPT as a Cognitive Crutch: Evidence from a Randomized Controlled Trial on Knowledge Retention. Nasi, Kentang atau Pasta, Mana Paling Sehat? Begini Kata Ahli Gizi Penelitian menggunakan metode randomized controlled trial dengan melibatkan 120 mahasiswa. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok yang diperbolehkan menggunakan ChatGPT sebagai pendamping belajar dan kelompok yang belajar menggunakan metode konvensional tanpa bantuan AI. Setelah proses belajar selesai, seluruh peserta menjalani tes mendadak yang dilakukan secara berkala hingga 45 hari kemudian. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak materi yang masih mampu mereka ingat. Catat! Seskab Teddy Ungkap Deretan Event Internasional di Indonesia 2026-2027 Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang mengandalkan ChatGPT hanya memperoleh rata-rata skor retensi pengetahuan sebesar 57,5 persen. Sebaliknya, kelompok yang belajar secara mandiri mencatatkan rata-rata skor 68,5 persen.
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at inews_id
