Tanggul Jebol, Banjir Rob Lumpuhkan Desa Tunggulsari Pati

Banjir rob merendam permukiman warga di Desa Tunggulsari, Kabupaten Pati, Jawa Tengah setelah air pasang laut ditambah tanggul jebol yang belum diperbaiki.
Tanggul Jebol, Banjir Rob Lumpuhkan Desa Tunggulsari Pati Kamis, 16 Juli 2026 | 10:09 WIBPati, Beritasatu.com - Banjir rob kembali merendam permukiman warga di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Setelah sempat surut selama sepekan, air pasang laut kali ini dilaporkan menjadi yang terparah dalam beberapa bulan terakhir dengan ketinggian mencapai satu meter. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh total. Bencana yang melanda kawasan pesisir utara Kabupaten Pati ini sejatinya telah berlangsung hampir tiga bulan. Kondisi kian diperparah oleh jebolnya tanggul laut yang hingga kini belum berhasil diperbaiki. Di sejumlah titik, genangan air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter. Genangan air yang tinggi menutup akses jalan utama dan merendam rumah-rumah warga. Untuk bertahan dan beraktivitas, sebagian warga terpaksa menerjang banjir, sementara sebagian lainnya terpaksa mengandalkan perahu karet sebagai sarana transportasi sementara. Mengantisipasi situasi yang kian memburuk, Pemerintah Desa Tunggulsari bergerak cepat dengan melakukan patroli keliling. Mereka mengimbau kelompok rentan, terutama lansia dan anak-anak, untuk segera mengungsi ke balai desa yang telah dialihfungsikan sebagai posko pengungsian. Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menuturkan banjir kali ini adalah yang paling parah dari rentetan rob sebelumnya. "Banjir ini yang terparah. Ketinggian banjir mencapai satu meter di lokasi terdalam, sedangkan yang terendah sekitar 30 sentimeter. Ada 55 keluarga atau sekitar 134 jiwa yang terdampak. Rumah-rumah terendam dan warga hanya bisa pasrah," ujar Setyo, Rabu (15/6/2026). Berdasarkan data terbaru dari pemerintah desa setempat, sedikitnya 55 kepala keluarga (KK) atau sekitar 135 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Saat ini, warga sangat berharap adanya sinergi nyata antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol. Warga khawatir jika penanganan terus ditunda, permukiman dan lahan tambak yang menjadi sumber mata pencaharian mereka akan rusak parah, bahkan hilang tergerus abrasi laut. IKUTI UPDATE BERITA INI BERITA TERKAIT BERITA LAINNYA B-FILES
This is a summary. Read the full article at the original source.
Read full article at beritasatu
