Entertainment·

Toy Story 5 Tembus Rp18 Triliun, Jadi Film Terlaris 2026 Sementara

Toy Story 5 Tembus Rp18 Triliun, Jadi Film Terlaris 2026 Sementara

Toy Story 5 dikabarkan menembus pendapatan global lebih dari USD1 miliar dan menjadi salah satu film terlaris 2026. Kesuksesan ini memperpanjang rekor waralaba

Harianjogja.com, JOGJA Waralaba animasi legendaris Toy Story kembali mencatatkan prestasi besar di industri perfilman dunia. Toy Story 5 dilaporkan berhasil menembus pendapatan global lebih dari USD1 miliar atau sekitar Rp18,3 triliun, menjadikannya salah satu film dengan performa box office terbaik sepanjang 2026.Berdasarkan data yang beredar hingga akhir Juli 2026, film produksi Pixar Animation Studios tersebut telah mengumpulkan pendapatan sekitar USD1,022 miliar dari pasar global. Angka tersebut berasal dari pemasukan sekitar USD448 juta di Amerika Utara dan sekitar USD573 juta dari berbagai pasar internasional.Capaian itu menempatkan Toy Story 5 dalam kelompok eksklusif film yang mampu menembus pendapatan lebih dari USD1 miliar. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi waralaba Toy Story sebagai salah satu franchise animasi paling sukses sepanjang sejarah perfilman modern.Keberhasilan Toy Story 5 juga memperpanjang rekor yang telah dibangun seri sebelumnya. Sebelum film terbaru ini, Toy Story 3 yang dirilis pada 2010 berhasil meraup lebih dari USD1 miliar di box office global. Prestasi serupa kembali dicapai Toy Story 4 pada 2019.Dengan tambahan pencapaian dari Toy Story 5, kini terdapat tiga film dalam waralaba tersebut yang berhasil menembus pendapatan miliaran dolar AS. Catatan itu menjadi bukti kuat bahwa kisah para mainan hidup ciptaan Pixar masih memiliki daya tarik besar bagi penonton lintas generasi.Film ini disutradarai oleh Andrew Stanton, sineas yang dikenal melalui karya-karya sukses seperti Finding Nemo dan WALL-E. Kehadiran Stanton di kursi sutradara menjadi salah satu faktor yang meningkatkan ekspektasi penggemar sejak proyek tersebut diumumkan.Dalam cerita terbarunya, Toy Story 5 kembali menghadirkan karakter-karakter ikonis seperti Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie. Namun kali ini fokus cerita lebih banyak diarahkan kepada Jessie yang mengambil peran sentral dalam perkembangan alur kisah.Perubahan tersebut menjadi salah satu pembeda utama dibanding film-film sebelumnya yang lebih banyak berpusat pada hubungan Woody dan Buzz. Kehadiran Jessie sebagai tokoh utama memberikan perspektif baru sekaligus memperluas eksplorasi karakter yang selama ini menjadi favorit banyak penggemar.Selain menawarkan petualangan baru, film ini juga disebut menghadirkan sejumlah elemen nostalgia yang menghubungkan kembali penonton dengan sejarah panjang franchise Toy Story. Pendekatan tersebut berhasil menarik minat penggemar lama sekaligus menjangkau generasi penonton baru.Kesuksesan Toy Story 5 menunjukkan bahwa film animasi masih memiliki daya saing yang sangat kuat di tengah dominasi berbagai genre lain di bioskop. Kombinasi antara kekuatan cerita, karakter yang telah dikenal luas, serta kualitas produksi khas Pixar menjadi faktor utama yang mendorong performa impresif film tersebut.Bagi Pixar, pencapaian ini menjadi momentum penting setelah beberapa tahun terakhir industri animasi menghadapi perubahan pola konsumsi penonton akibat perkembangan layanan streaming dan perubahan perilaku pasar pascapandemi.Dengan pendapatan yang masih berpotensi bertambah selama masa penayangan di sejumlah negara, Toy Story 5 berpeluang memperbesar jarak dengan para pesaingnya di daftar box office tahunan. Jika tren positif terus berlanjut, film ini dapat mengakhiri tahun 2026 sebagai salah satu film terlaris di dunia.Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kisah Woody, Buzz, Jessie, dan para mainan lainnya masih memiliki tempat istimewa di hati penonton global, bahkan setelah lebih dari tiga dekade sejak film pertamanya dirilis pada 1995.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at harianjogja