Technology·

Tren Hybrid Work dan BYOD Buka Celah Serangan Siber, Keamanan Endpoint jadi Sorotan

Tren Hybrid Work dan BYOD Buka Celah Serangan Siber, Keamanan Endpoint jadi Sorotan

Tren hybrid work dan BYOD tingkatkan risiko serangan siber. Keamanan endpoint jadi fokus penting untuk lindungi bisnis dari ancaman siber terbaru.

Ilustrasi hybrid work. (Pinterest) JawaPos.com - Perubahan pola kerja menuju sistem hybrid serta semakin luasnya penerapan konsep Bring Your Own Device (BYOD) membuat tantangan keamanan siber bagi perusahaan semakin kompleks. Meningkatnya penggunaan perangkat pribadi untuk mengakses sistem perusahaan memperbesar potensi celah yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Melihat kondisi tersebut, Hexnode bersama Ingram Micro Indonesia mengajak perusahaan menerapkan solusi endpoint management yang terintegrasi. Langkah ini dinilai mampu menjaga keamanan operasional sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis tanpa membebani pengelolaan teknologi informasi. Sebagai bagian dari penguatan ekspansi di Indonesia, Hexnode juga menjalin kerja sama distribusi dengan Ingram Micro yang kini berstatus sebagai Authorized Distributor. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan solusi keamanan endpoint Hexnode di pasar Asia Tenggara sekaligus melengkapi portofolio solusi enterprise milik Ingram Micro Indonesia. Enterprise Sales Director ASEAN Hexnode, Keith O'Leary, menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan saat melakukan ekspansi adalah semakin luasnya permukaan serangan (threat surface) akibat meningkatnya penggunaan perangkat pribadi di lingkungan kerja. Menurutnya, tren tersebut tidak hanya terjadi di kawasan ASEAN, tetapi juga menjadi fenomena global yang membuat perusahaan perlu meninjau kembali kebijakan pengelolaan perangkat yang diperbolehkan mengakses sistem internal. “Apa yang kami lihat di ruang enterprise sejalan dengan tren BYOD. Dengan meningkatnya BYOD, tidak hanya di ASEAN tetapi secara global, pada akhirnya hal itu meningkatkan threat surface,” kata Keith saat sesi diskusi di Jakarta, dikutip Kamis (23/7). Keith mengatakan, Hexnode berupaya membantu perusahaan memastikan implementasi BYOD tetap berjalan aman melalui proses verifikasi terhadap setiap perangkat pribadi yang digunakan untuk mengakses jaringan perusahaan. Sementara itu, Director of Advance Solution Ingram Micro Indonesia, Hendrik Kumala, menilai keamanan endpoint kini menjadi salah satu perhatian utama para Chief Information Officer (CIO) di berbagai organisasi. Ia menjelaskan, perubahan pola kerja dari yang sebelumnya terpusat di kantor menuju sistem kerja yang lebih fleksibel membuat pengawasan keamanan tidak lagi sepenuhnya berada di bawah kendali tim teknologi informasi. Kondisi tersebut menyebabkan risiko keamanan berpindah ke perangkat yang digunakan masing-masing karyawan. Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026 Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi 2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at jawapos