Politics·

UPI Respons Dugaan Kasus yang Menyeret Oknum Dosen, Kampus Tegaskan Proses Internal Berjalan

UPI Respons Dugaan Kasus yang Menyeret Oknum Dosen, Kampus Tegaskan Proses Internal Berjalan

UPI menindaklanjuti laporan dugaan yang melibatkan oknum dosen dengan mekanisme internal dan asas praduga tak bersalah.

JAKARTA, suaramerdeka.com - Nama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan kasus yang melibatkan salah seorang dosen di lingkungan kampus tersebut. Perbincangan bermula dari unggahan yang beredar di media sosial dan kemudian menyebar luas ke berbagai platform digital. Dalam unggahan tersebut, seorang dosen berinisial DS disebut diduga memiliki persoalan pribadi yang berujung pada tuduhan penipuan terhadap seorang perempuan. Baca Juga: Persija Mulai Gelar Persiapan, Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik Narasi yang beredar menyebutkan bahwa hubungan keduanya berkembang secara personal sebelum muncul dugaan adanya transaksi peminjaman uang. Dana yang dipinjam disebut mencapai sekitar Rp100 juta dengan alasan digunakan untuk mendukung kegiatan riset akademik. Unggahan itu mengklaim dana tersebut hingga kini belum dikembalikan sehingga memicu keluhan dari pihak yang mengaku sebagai korban. Kasus tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet dan memunculkan berbagai tanggapan di media sosial. Menyikapi berkembangnya informasi tersebut, pihak Universitas Pendidikan Indonesia menyatakan telah menerima laporan mengenai dugaan yang menyeret salah satu tenaga pengajarnya. Pihak kampus menjelaskan informasi tersebut telah diteruskan kepada pimpinan universitas untuk diproses sesuai ketentuan dan mekanisme internal yang berlaku. Baca Juga: Pendidikan Seks Harus Peka Terhadap Budaya Lokal, Pemerintah Perlu Masukkan ke Kurikulum Pendidikan UPI menegaskan setiap laporan akan ditangani secara profesional dengan tetap menghormati hak seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Universitas juga mengingatkan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah hingga terdapat hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sampai saat ini belum ada keputusan resmi yang menyatakan kebenaran atas dugaan yang beredar di media sosial tersebut.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at suaramerdeka