Business·

Warren Buffett Tak Pernah Menjadikan Emas Pilihan Investasi Utama, Ini 4 Alasannya

Warren Buffett Tak Pernah Menjadikan Emas Pilihan Investasi Utama, Ini 4 Alasannya

Warren Buffett dikenal kurang menyukai investasi emas. Simak lima petuahnya tentang emas, alasan di balik pandangannya, serta sisi lain yang perlu dipahami investor.

Warren Buffett Tak Pernah Menjadikan Emas Pilihan Investasi Utama, Ini 4 Alasannya VIVA – Investasi emas masih menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Di tengah ketidakpastian ekonomi, inflasi, hingga gejolak pasar keuangan, logam mulia kerap dianggap sebagai instrumen yang relatif aman. Tidak mengherankan jika permintaan emas biasanya meningkat ketika kondisi ekonomi global sedang bergejolak. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan filosofi investasi Warren Buffett. Investor legendaris sekaligus eks CEO Berkshire Hathaway itu, selama puluhan tahun dikenal sebagai sosok yang lebih menyukai aset produktif dibandingkan emas. Meski begitu, bukan berarti Buffett menganggap emas sebagai investasi yang buruk. Ia lebih sering menekankan bahwa investor perlu memahami bagaimana sebuah aset menciptakan nilai dan memberikan imbal hasil dalam jangka panjang. Melansir dari Forbes, Kamis, 16 Juli 2026, berikut sejumlah petuah Warren Buffett mengenai investasi emas yang hingga kini masih sering menjadi bahan diskusi di kalangan investor. 1. Emas Tidak Menghasilkan Pendapatan Menurut Warren Buffett, salah satu kelemahan utama emas adalah tidak menghasilkan arus kas. Berbeda dengan saham perusahaan yang dapat mencetak laba atau membagikan dividen, emas hanya bergantung pada perubahan harga di pasar. "Emas adalah cara untuk bertaruh bahwa rasa takut di pasar akan terus meningkat. Namun, emas itu sendiri tidak menghasilkan apa pun," ungkap Buffett. Melalui pernyataan tersebut, Buffett ingin menjelaskan bahwa kenaikan harga emas umumnya terjadi ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Dalam kondisi seperti itu, investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman sehingga permintaan emas ikut naik. 2. Emas Dinilai Bukan Aset yang Produktif Salah satu kutipan Warren Buffett yang paling terkenal juga berkaitan dengan sifat emas yang menurutnya tidak produktif. Ia mengatakan, emas digali dari dalam tanah, setelah itu dilebur. "Lalu lubang digali lagi untuk menguburnya, kemudian membayar orang agar menjaganya. Emas tidak memiliki kegunaan yang produktif," kata dia. Melalui analogi tersebut, Buffett menggambarkan bahwa emas tidak menciptakan nilai ekonomi baru setelah ditambang. Berbeda dengan sebuah perusahaan yang dapat memproduksi barang atau jasa, emas hanya berpindah tangan dari satu pemilik ke pemilik lainnya.

This is a summary. Read the full article at the original source.

Read full article at viva_co_id